Bisa Belasan hingga Puluhan TahunBerdasarkan data dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara, pendaftar haji telah mencapai angka 11.857 orang. Jumlah tersebut cukup banyak dan masuk daftar tunggu.

 

TANJUNG SELOR–Kepala Kanwil Kemenag Kaltara Saifi mengatakan, jumlah 11.857 orang merupakan angka sementara yang masuk. Kemungkinan, angka tersebut masih akan bertambah. Apalagi, pelaksanaan haji yang dilaksanakan setiap tahun juga memiliki kuota di masing-masing daerah. "Cukup banyak yang mendaftar. Mereka harus masuk daftar tunggu. Dan kami lihat masing-masing kabupaten dan kota bisa mencapai ribuan orang," ujarnya, Rabu (18/1).

Jika dirincikan, jumlah orang yang mendaftarkan diri untuk melaksanakan ibadah haji di masing-masing daerah di Kaltara terbanyak berada di Tarakan dengan jumlah 4.727 orang. Kemudian Nunukan sebanyak 4.046 orang, Bulungan mencapai 2.010 orang, Malinau ada 734 orang, dan Kabupaten Tana Tidung sebanyak 340 orang.

"Tiga daerah itu, yakni Nunukan, Tarakan, dan Bulungan memiliki jumlah yang besar. Apalagi dilihat dari jumlah penduduknya yang beragama Islam cukup banyak," sebut dia. Melihat data tersebut, bisa diartikan masa tunggu per tahun setiap daerah pun berbeda-beda. Pada Bulungan misalnya, masa tunggunya mencapai 25 tahun, Tarakan selama 31 tahun, Nunukan masa tunggunya 36 tahun, Malinau mencapai 15 tahun, dan Tana Tidung selama 23 tahun. Masa tunggu terlama ada di Nunukan dan terendah di Malinau.

Masa tunggu yang lama dan tidak lama diakibatkan oleh faktor kuota yang diterima. Belum lagi beberapa hal lainnya. Itu memang berpengaruh," pungkasnya. (kpg/fai/dra/k8)