TARAKAN - Pelaku dugaan pengancaman di Mako Polres Tarakan berinisial AS pada Selasa (17/1) lalu dilakukan observasi di RSUD dr Jusuf SK. Sekaligus AS tetap dilakukan pemantauan oleh pihak kepolisian.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasi Humas Polres Tarakan Ipda Anita Susanti Kalam menjelaskan, setelah mengamankan AS, langsung dilakukan observasi kejiwaannya di rumah sakit. Karena diduga AS mengidap paranoid skizofrenia, yang menimbulkan gejala halusinasi dan bicara tidak teratur.

“Saat ini kami sudah membawa yang bersangkutan ke rumah sakit. Pihak rumah sakit menyarankan untuk dilakukan observasi terhadap AS,” jelasnya, Rabu (18/1).

AS diketahui dibawa ke rumah sakit oleh pihak kepolisian dan didampingi keluarga sekira pukul 20.00 Wita, Selasa (17/1) lalu. Dalam proses penyelidikan oleh penyidik Satreskrim Polres Tarakan, AS menunjukkan perilaku tidak normal. Bahkan AS juga berusaha menyakiti diri sendiri.

“Omongannya juga ngelantur. Kesehariannya menurut keluarga ya begitu. Tapi pas di Polres berusaha menyakiti diri dan omongannya ngelantur. Saat ini kami menunggu hasil observasi dari rumah sakit dulu,” ungkapnya.

Istri pelaku berinisial DN mengakui, jika AS memang memiliki riwayat kejiwaan yang pada 2021 lalu sudah dirujuk di salah satu klinik. Namun, pasca membaik AS tidak lagi mau berobat. Sebelumnya AS terus menerus mengonsumsi obat untuk meredakan penyakit yang dideritanya.

“Kalau enggak minum obat, penyakit kejiwaannya akan terus kambuh. Kambuhnya jalan terus ke luar rumah dan tidak mau tidur. Dulu juga saya sembunyikan pisau-pisau di rumah. Tapi kalau kumat tidak pernah melukai seseorang juga,” tegasnya.

AS diketahui merupakan Anak Buah Kapal (ABK) salah satu speedboat yang kesehariannya berlayar di wilayah Kaltara. Diketahui ia juga tidak pernah mengonsumsi obat-obatan maupun minuman keras.

Untuk diketahui, Mako Polres Tarakan sempat dihebohkan adanya dua barang mencurigakan yang diduga bom sekkira pukul 11.00 Wita, Selasa (17/1). Namun setelah dilakukan sterilisasi oleh Unit Jibom Satbrimob Polda Kaltara, dua barang tersebut berisi pakaian dan buah cempedak.(sas/uno)