TARAKAN - Anggota DPRD Kota Tarakan Markus Minggu resmi melaporkan ke kepolisian terhadap seseorang yang mencoba melakukan pemerasan.

Saat melapor ke Polres Tarakan, ia didampingi istri dan Ketua DPC PDI Perjuangan Tarakan Edi Patanan. Nampak Markus Minggu dan istri sempat menuju ruangan Pidum Satreskrim Polres Tarakan, untuk melengkapi berkas acara pemeriksaan.

“Saya ke sini (Polres Tarakan) melaporkan akun yang bernama Gebby Febrianty. Yang kemudian menyebar dan memfitnah saya di media sosial, dengan menyebar video (asusila) yang itu bukan saya,” terangnya, Selasa (17/1).

Markus melaporkan kasus pemerasan yang dilakukan melalui pesan singkat di media sosial miliknya. Tak hanya itu, ia juga melaporkan beberapa nomor telepon luar negeri yang membuat dirinya tidak nyaman karena terus menerus diancam. “Ada 10 nomor tadi malam terakhir. Ada 1 nomor dari Amerika,” sebutnya.

Dari keseluruhan pesan singkat yang ia terima, memiliki modus penipuan yang sama. Di antaranya meminta sejumlah uang. Sementara bentuk pengancaman yang dilakukan, akan menyebarkan video asusila jika uang tidak diberikan.

“Diminta Rp 3 Juta. Setiap masuk nomor baru saya blokir muncul lagi nomor yang lainnya sampai 10 kali. Isinya sama semua. Upaya saya untuk membuktikan yang di video itu bukan saya. Nanti dari Polres yang akan membuktikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Tarakan Ipda Anita Susanti Kalam mengatakan, selanjutnya proses pemeriksaan akan dilakukan Satreskrim Polres Tarakan. “Pasti akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Kita tunggu saja proses selanjutnya,” singkatnya.

Untuk diketahui, foto asusila yang diduga mirip Markus Minggu tersebar di media sosial pada Senin (16/1) lalu. Foto dari tangkapan layar tersebut menggambarkan, Markus sedang melakukan oral seks kepada seseorang wanita melalui video call di media sosial. Hingga kini pewarta belum menemukan video asusila yang diduga mirip Markus Minggu tersebut. (sas/uno)