TANJUNG SELOR - Berakhirnya pandemi menjadi endemi membuka peluang untuk tidak mengurangi kuota haji di Kaltara. Keberangkatan haji tahun 2023, tidak ada pengurangan kuota.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara Saifi saat dikonfirmasi mengatakan, berbeda dengan tahun 2022, kuota haji hanya 50 persen dari kuota yang ada. Tahun ini yang berangkat mencapai 100 persen kuota per tahunnya.

Bahkan tahun ini, tidak ada lagi pembatasan usia. Sehingga jemaah di atas usia 65 tahun dapat berangkat ke Baitullah. “Tahun 2023 kuota haji yang sudah ditetapkan kembali normal. Insya Allah 416 jemaah terbagi atas 1 kota dan 4 kabupaten yang ada di Kaltara,” terangnya, Selasa (17/1).

Diharapkan, pelaksanaan haji tahun ini tidak ada gangguan seperti tahun sebelumnya. Sehingga Kemenag lebih fokus dalam melaksanakan pembinaan manasik dan proses pelatihan petugas serta menunggu jadwal keberangkatan. Dikatakan Saifi, dari kuota Kaltara 416 orang ini merupakan calon jemaah haji yang berada pada daftar tunggu atau waiting list setiap tahunnya.

“Yang berangkat tidak ada lagi pembatasan usia, jadi sesuai dengan nomor urut dari jumlah yang diinginkan. Dari kuota 416 orang, jumlahnya berbeda dari setiap daerah. Misalnya Kabupaten Bulungan kuotanya hanya 84 orang, Tana Tidung 15 orang, Malinau 50 orang, Nunukan 113 orang dan Kota Tarakan 151 orang serta petugas haji daerah (PHD) Provinsi Kaltara 3 orang,” sebut dia.

Saat ini, tengah dilaksanakan rekrutmen petugas haji dan Provinsi Kaltara mendapatkan kuota 7 orang. Terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah dan petugas non kloter. (fai/uno)