TARAKAN–Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara yang direncanakan berlangsung Februari mendatang diundur hingga Maret.

"Salah satu alasan mundurnya Musorprov masih fokus menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPj) KONI Kaltara. Kami target di Maret. Itu pun belum final karena masih dirancangkan waktunya, dan kami mengikuti waktu gubernur, karena akan kami undang," ungkap Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir, Senin (16/1).

Saat ini pihaknya sudah membentuk tim penjaringan, organizing committee (OC) dan steering committee (SC) Musorprov KONI Kaltara. Dalam waktu dekat akan menggelar rapat pleno untuk membahas persiapan musorprov. Salah satu pembahasan di rapat pleno terkait tahapan musorprov yang akan dilakukan tim penjaringan. "Siapa saja yang memenuhi persyaratan untuk mencalonkan agar bisa ikut berkompetisi. Silakan mendaftar dan ikuti aturan yang ada. Asal tidak melanggar AD/ART dan tidak menabrak rambu-rambu pencalonan sebagai ketua KONI," tegasnya.

Disinggung calon Ketua KONI yang harus direstui Gubernur Nasir sependapat dengan hal tersebut. Bahkan, apabila dia mendapatkan dukungan dari cabor untuk mencalonkan lagi sebagai ketua KONI, dia juga harus memastikan adanya dukungan dan restu dari Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. "Nanti unsur pimpinan KONI akan menghadap gubernur untuk menyampaikan hasil kerja tim penjaringan, OC dan SC. Apabila ada beberapa nama calon yang mendaftarkan, silakan siapa yang direstui," ucapnya.

Menurut dia, figur Ketua KONI harus sejalan dengan visi dan misi Pemprov Kaltara dalam memajukan prestasi olahraga Kaltara. Dia tak menampik apabila restu dan dukungan untuk maju kembali sebagai ketua KONI, Nasir menyatakan dia siap maju kembali menduduki kursi ketua KONI Kaltara.

"Apapun perintah dari Pak Gubernur kami harus siap. Karena kami tidak tahu dan itu tergantung penilaian beliau. Siapa pun yang maju harus direstui gubernur. Agar ke depannya tidak sulit dalam pengusulan anggaran dan sejalan dengan pemprov," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara Steve Singgih Wibowo. Pihaknya sangat mendukung figur Ketua KONI yang akan direstui gubernur Kaltara. "Siapa yang direstui gubernur pasti akan memengaruhi pembinaan cabor, apalagi terkait dukungan anggaran," katanya. Steve menginginkan, keberadaan KONI di provinsi lain yang tidak mendapatkan dukungan penuh dari pemprov, tidak akan terjadi di KONI Kaltara. Dia juga meyakini gubernur Kaltara sudah akan merestui calon ketua KONI yang berkompeten. "Dengan kondisi pejabat publik pun boleh dipilih, sekarang tergantung gubernur," ucapnya.

Menurut dia, KONI harus mendapat dukungan pemerintah. Karena imbasnya akan dirasakan cabor. Apalagi tahun ini semua cabor akan mengikuti penyelenggaraan kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Sehingga cabor butuh dukungan anggaran untuk bisa ikut dan meloloskan atlet ke PON XXI di Medan pada 2024 mendatang.

Disinggung kinerja Ketua KONI Kaltara Muhammad Nasir saat ini, pihaknya menilai bahwa dia memiliki figur yang ideal. Sehingga, tak dimungkiri, Nasir merupakan kandidat kuat untuk menduduki kembali kursi ketua KONI Kaltara. "Kedekatan beliau juga bagus (dengan Gubernur Kaltara)," pungkasnya. (kpg/sas/dra/k8)