TANJUNG SELOR -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) berupaya mengoptimalkan transportasi air. Agar masyarakat dapat menikmati pelayanan transportasi, meski wilayahnya merupakan perairan dangkal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kaltara Andi Nasuha mengatakan, guna mengoptimalkan moda transportasi sungai, telah bermohon ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat dihibahkan Kapal Rede.

Kapal Rede diperuntukkan sebagai feeder atau penghubung menuju pelabuhan-pelabuhan atau tempat-tempat yang tidak dapat disinggahi kapal utama. Dikarenakan fasilitas pelabuhan yang belum lengkap serta kedalaman alur dan pelabuhan yang dangkal.

"Jadi ada dua skema untuk mendapatkan Kapal Rede ini. Pertama dengan hibah dan kedua sistem pinjam pakai," terangnya, Minggu (4/12).

Baik hibah maupun pinjam pakai, sama-sama membutuhkan pihak ketiga sebagai pengelola. Dimana harus ada perusahaan yang menjadi pihak yang mengelola. Sebab jika ada pihak swasta, ataupun perusahaan daerah yang mengelola. Maka ada yang bertanggung jawab.

“Tergantung nanti dari Pemprov bagaimana skenarionya. Kami tengah menyusun skenario itu. Apakah nanti melalui BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) atau seperti apa nantinya,” jelasnya.

Ada dua unit kapal yang rencananya akan diberikan ke Kaltara. Satu di Karimun, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Satu lagi berada di Makassar, Sulawesi Selatan. Kapal Rede ini bisa mengangkut barang, orang serta kendaraan. Di Kaltara cukup banyak wilayah yang memiliki sungai dangkal. Sehingga Kapal Rede bisa masuk di wilayah perairan dangkal.

“Itu akan difungsikan di situ. Apalagi Kaltara memiliki daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal). Seperti Sungai Ular di Nunukan, cukup banyak perairan dangkal,” tutupnya. (fai/uno)