TANJUNG SELOR -Masih banyak daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengalami blank spot hingga saat ini. Apalagi, daerah-daerah itu juga belum terakomodir oleh program daerah. Sebagai Desa Long Lejuh dan Long Pelban di Kecamatan Peso.

Dua desa itu sulit akses jaringan telekomunikasi. Masyarakat, harus menyusuri sungai dengan arus yang deras. Untuk dapat sampai ke desa lain, yang memiliki jaringan telekomunikasi. Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengakui, masih banyak daerah yang belum tersentuh jaringan telekomunikasi.

Banyak titik di Kaltara yang harus menjadi perhatian. Pihaknya berupaya agar Kaltara dapat terbebas dari blank spot mulai 2023 mendatang. “Kalau kami targetkan pada tahun 2023 nanti, blank spot bisa teratasi. Kita punya target sebenarnya zero blank spot,” ungkapnya, Rabu (23/11).

Seluruh masyarakat bisa merasakan jaringan telekomunikasi, merupakan salah satu target Pemprov Kaltara. Ia berharap, tidak ada kendala. Bahkan APBD Kaltara 2023 mendatang, diupayakan bisa mengakomodir persoalan blank spot. Menara Base Transceiver Station (BTS) di beberapa titik di Kaltara, diharapkan dapat memecahkan persoalan tersebut.

Apalagi di sepanjang jalur, baik darat maupun air yang blank spot. Termasuk di daerah permukiman warga. “Kita akan cek juga titik-titik mana saja. Kalau bisa kita upayakan terakomodir semuanya. Sebab masyarakat harus merasakan pelayanan yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara Ilham Zain menambahkan, berupaya agar wilayah blank spot bisa dipasangi repeater. Guna menangkap sinyal. Bahkan jika dana mencukupi, akan melakukan pengadaan BTS di sejumlah titik blank spot.

“Banyak daerah blank spot, namun keterbatasan dana dalam pengadaan. Jadi kita melihat keinginan masyarakat,” terangnya.

Sebagai contoh, dua titik dari Tanjung Selor menuju Tarakan. Yakni Tias dan Muara Bulungan menjadi titik blank spot. Sebab perjalanan antara Tanjung Selor dan Tarakan sulit mendapatkan jaringan internet ataupun seluler.

“Tanjung Selor ke Tarakan setengah perjalanan blank spot. Begitu juga sebaliknya. Ini juga menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.(fai/uno)