TANJUNG SELOR -Pemerintah desa di Kabupaten Tana Tidung, beberapa waktu lalu telah melakukan studi banding ke Jogjakarta selama sepekan. Diharapkan ilmu dan hasil yang diperoleh, dapat diimplementasikan di desa masing-masing.

Mengenai progres setelah studi banding tersebut, menurut Bupati KTT Ibrahim Ali, saat ini tengah proses pemetaan potensi yang dimiliki setiap desa. Tahun depan, rencana dibuatkan regulasi. Potensi yang bisa dikembangkan, seperti sektor wisata, pertanian dan pengembangan infrastruktur.

Dari studi banding tersebut harus bermanfaat bagi desa. Baik dari sisi UMKM, desa membangun dan saat ini sudah terbentuk Taman Baca Masyarakat (TBM) di 32 desa. “Selama masa kepemimpinan saya, InsyaAllah kita akan rapikan kembali,” harap Ibrahim, belum lama ini.

Termasuk soal distribusi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Mengenai DD bahkan sudah ada rumus khusus. Sementara untuk ADD telah ada formulasi, karena memang diamanatkan dalam Undang-Undang. Soal 10 persen yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana AloKasi Umum (DAU).

“Terhadap 32 desa, berharap mampu bersaing dengan semua desa yang ada di Kaltara. Kemudian desa itu harus lebih maju dan tertib perihal administrasi,” harapnya. (*/mts/uno)