TANJUNG SELOR - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Utara (Kaltara) 2022 masih dimaksimalkan. Bahkan, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang menegaskan agar realisasi harus tinggi.

Bukan hanya itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Kaltara diminta untuk menggenjot realisasi APBD. “Saya minta OPD mengoptimalkan belanja atau realisasi APBD Kaltara,” tegas Zainal, Selasa (22/11).

Hingga kini berdasarkan informasi yang diterima Gubernur, realisasi belanja APBD Kaltara di atas 60 persen. Meski tidak secara detail dijelaskan, namun angka tersebut masih jauh. Apalagi, tersisa sebulan lagi sebelum 2022 berakhir.

“Saya juga meminta OPD segera menuntaskan program kerja. Kan masih ada program kerja yang belum selesai,” terangnya.

Mengingat masih ada waktu sekitar sebulan hingga akhir tahun nanti, OPD diwajibkan mengejar realisasi tersebut. Sejumlah program dan proyek pembangunan dari Pemprov Kaltara telah berjalan sesuai target. Misalnya, progres pembangunan fisik Gedung DPRD Kaltara di kawasan Kota Baru Mandiri (KBM) Tanjung Selor, yang sudah di atas 30 persen.

“Proyek-proyek ini kan sudah berjalan. Gedung DPRD Kaltara itu juga sudah 30 persen progresnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKAD Kaltara Denny Harianto mengatakan, realisasi APBD Kaltara masih di bawah 90 persen hingga awal November 2022. Padahal, sudah ditargetkan menembus 90 bahkan lebih di triwulan IV ini. Ada beberapa transaksi yang sudah dilakukan pencairan, seperti DAK (Dana Alokasi Khusus) dan pembangunan fisik.

Dengan begitu realisasi dipastikan akan meningkat. Akhir November nanti, kemungkinan realisasi akan naik secara drastis.

“Sama seperti biasanya, ritme realisasi APBD di triwulan IV, untuk November maupun Desember bisa mencapai 90 persen. Apalagi seluruh OPD telah memiliki strategi masing-masing,” singkatnya.(fai/uno)