TARAKAN – Sejumlah finalis Duta Wisata tingkat nasional sudah tiba di Kota Tarakan, sejak Rabu (16/11) lalu. Pada Pemilihan Duta Wisata tingkat nasional tersebut, Kalimantan Utara dipercaya menjadi tuan rumah.

Pada Pemilihan Duta Wisata ini, ada 11 provinsi yang mengirimkan wakilnya. Sekretaris Yayasan Duta Wisata Nasional Ayu Nesa Santini mengatakan, dalam pemilihan Duta Wisata mengutamakan budaya dengan pakaian dan tarian dari provinsi masing-masing.

Sejumlah finalis pun harus menjalani masa karantina. Kamis (17/11), para finalis diberikan pembekalan dari BNN Provinsi Kaltara. Dilanjutkan pembekalan dari Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Nanti ada kunjungan keluar ke Desa Wisata maupun kawasan konservasi dan museum yang ada di Tarakan. Ada persentasi juga dari masing-masing finalis Duta Wisata,” terangnya.

Ada beberapa penilaian yang dilakukan, mulai dari kedisplinan dan kemampuan menguasai materi maupun pembekalan yang diberikan. Dalam pemilihan Duta Wisata setiap tahunnya, pihaknya konsisten melaksanakan untuk mengumpulkan orang terbaik dari setiap provinsi. Sehingga dengan pelaksanaan Duta Wisata, pesertanya bisa mempromosikan pariwisata di provinsi masing-masing.

“Kondisi pandemi ini sebenarnya tak semua dinas memiliki anggaran, untuk mengirimkan Duta Wisata mereka. Karena proses Duta Wisata ini dari tingkat Kota dan kabupaten, kami menerima yang terbaik di tingkat provinsi,” tuturnya.

Rencananya pelaksanaan Pemilihan Duta Wisata Tingkat Nasional ini akan ditutup pada 20 November di Convention Hall Pemprov Kaltara. Dari Duta Wisata Provinsi yang hadir ini, nantinya akan dipilih finalis terbaik untuk menyandang gelar Duta Wisata Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Njau Anau menuturkan peserta antusias melakukan diskusi dalam sesi tanya jawab tentang wisata di Kaltara. Para finalis diajak untuk memikirkan, bagaimana potensi wisata yang ada di daerahnya.

“Promosi dan sangat utama ekonomi masyarakat hidup dari dampak wisata itu sendiri. Diskusi pemikiran finalis ini sudah jauh ke depan. Merupakan akar kearifan lokalnya,” tuturnya.

Ia berharap, para Duta Wisata yang terdiri dari anak muda ini bisa memahami budaya, wisata dengan menyeluruh. Sehingga dalam mengkonsepkan pengembangan pariwisata memiliki wawasan luas, untuk meningkatkan pariwisata di daerahnya.

“Harus menjadi daya tarik, orang mendengar saja sudah berdampak positif untuk daerahnya sendiri,” harapnya. (sas/uno)