TARAKAN -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan melakukan sosialiasi pengenalan Sistem Informasi Anggota KPU dan Badan Ad Hoc (SIAKBA) jelang Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang. Sasaran sosialisasi ini ditargetkan kepada seluruh camat dan lurah di Tarakan.

Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, sosialisasi terkait penggunaan aplikasi perlu ditingkatkan secara masif kepada masyarakat. Ia berharap, penerapan aplikasi bisa lebih transparansi dan akuntabilitas melalui system. Sehingga nantinya masyarakat bisa bersama-sama menyukseskan Pemilu dan Pilkada 2024 mendatang. Siapa saja mendaftar, diverifikasi dalam sistem.

“Ini bagian terobosan KPU dalam perbaikan rekrutmen PPK dan PPS. Harapannya dengan perbaikan rekrutmen akan ada perbaikan, untuk kualitas PPK dan PPS yang direkrut,” singkatnya, Selasa (8/11).

Sementara itu, Anggota KPU Tarakan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia Herry Fitrian menegaskan, keterlibatan lurah dan camat di Tarakan sebagai bentuk sosialisasi di wilayah masing-masing tugas saat proses pendaftaran Badan Ad Hoc. Secara umum aplikasi SIAKBA digunakan dalam proses penerimaan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar lebih efesien.

“Kepada lurah dan camat se-Tarakan menyampaikan kepada masyarakat, apalagi yang dekat dengan kelurahan dan kecamatan. Lurah bisa instruksikan ke ketua RT dan tidak hanya ke perguruan tinggi dan pers,” harapnya.

Berdasarkan data KPU Tarakan tahuj 2019 hingga 2022, kalangan anak muda dan mahasiswa banyak berpartisipasi. Baik sebagai pemilih dan terlibat sebagai penyelenggara melalui Badan Ad Hoc.

“Jadi hampir seimbang 50 persen anak muda apalagi di KPPS. Harapannya mahasiswa anak muda ikut berpartisipasi. Dengan catatan perguruan tinggi mendukung mahasiswa untuk berperan aktif,” tegasnya.

Adapun yang menjadi catatan dari pihak kelurahan terkait penyebaran sosialisasi. Namun pihaknya menyarankan mengikuti akun media sosial KPU Tarakan, untuk mendapat informasi. Termasuk nanti alat promosi banner, poster akan dibuatkan di masing-masing kecamatan dan kelurahan, tergantung kondisi anggaran. Karena aplikasi, masyarakat bisa online mendaftar dan tidak perlu datang ke KPU.

“Silakan siapkan dokumen yang sudah di scan lalu diupload. Kalau ada kendala, kami bisa 24 jam dihubungi melalui help desk bisa ke KPU dan yang kesulitan akses,” pesannya.

Nantinya KPU Tarakan juga memantau semua keluarahan yang belum memaksimalkan pendaftaran. Termasuk memperbaharui data di kelurahan yang sudah memenuhi kuota atau belum. “Mudahan dari pak lurah dan camat bisa menyambut ini,” pungkasnya. (sas/uno)