SEMBILAN partai politik (Parpol) memenuhi kriteria sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Terhadap parpol tersebut, KPU Tarakan pun melakukan verifikasi faktual (Verfak).

Selama dua hari, penyelenggara pemilu di Tarakan melaksanakan verfak secara bergilir. Dimulai pada Minggu (16/10) dengan memverifikasi 7 parpol. Diawali dengan mengunjungi kantor sekretariat Partai Buruh, Partai Ummat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, Partai Garuda dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

KPU Tarakan kemudian melanjutkan verfak pada Senin (17/10) lalu. Dengan mendatangi sekretariat Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Tarakan Muhammad Taufik Akbar mengatakan, dari hasil verifikasi yang meliputi kepengurusan terutama ketua, sekretaris dan bendahara (KSB).

Selain itu, keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam kepengurusan dan sekretariat tetap sampai dengan berakhirnya tahapan Pemilu. Sembilan parpol tersebut dinilai telah memenuhi kriteria. “Alhamdulillah semua terpenuhi. Semua informasi yang diberikan dengan data yang kita pegang. Kami lihat sesuai,” ujarnya, Rabu (19/10).

KPU Tarakan kini melanjutkan dengan tahapan verifikasi keanggotaan parpol yang dimulai sejak 17 Oktober-4 November 2022. Ia menegaskan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian KPU dalam verifikasi keanggotaan. Meliputi pernyataan orangnya serta dokumen seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Tanda Anggota (KTA).

Dalam kegiatan ini, KPU menyiapkan tiga metode verifikasi. Yakni dengan mendatangi rumah anggota, mengumpulkan anggota di sekretariat parpol, dan melakukan video call.

“Kami juga mengantisipasi kemungkinan adanya dualisme keanggotaan melalui verifikasi administrasi (Vermin) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” tegasnya.

Taufik memperkirakan, bisa saja ditemukan dualisme keanggotaan dalam verifikasi keanggotaan parpol. Termasuk kemungkinan adanya PNS atau TNI/Polri masuk dalam keanggotaan parpol. “Kalau itu kita sudah telusuri melalui Vermin. Tapi tak menutup kemungkinan ada kita temukan di lapangan. Kalau proses itu, kita mengikuti syarat-syarat yang ada,” ujarnya.

Hasil dari verifikasi keanggotaan ini akan dilaporkan dalam aplikasi Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). Nantinya SIPOL yang akan merumuskan, apakah keanggotaan itu Memenuhi Syarat (MS), Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan perlu perbaikan. Pihaknya hanya melaksanakan verifikasi, sesuai tugas yang diberikan KPU RI.

“Demikian juga dengan penentuan parpol lolos atau tidak mengikuti Pemilu 2024. Keputusan ada di KPU RI. Kami hanya melakukan verifikasi faktual,” tutupnya. (sas/uno)