TARAKAN - Untuk pertama kalinya, Kota Tarakan melakukan launching Pasar Siap Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Pasar Batu Kelurahan Sebengkok Kota Tarakan, Kamis (22/9).

Pasar Batu di Kelurahan Sebengkok menjadi pasar pertama yang diterapkan sistem pembayarannya secara digital dengan QRIS. Kegiatan ini dicetuskan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, bekerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (DKUMP) Kota Tarakan (DKUKMP) Tarakan.

Dikatakan Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman melalui Kepala Tim Implementasi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah dan Managemen Intern (SPPUR dan MI), Dodi Hermawan, Pasar Sebengkok sudah banyak menyediakan kanal transaksi digital melalui QRIS.

Sehingga para pembeli dari atau luar Tarakan dapat menggunakan transaksi pembayaran, selain tunai juga digital. Pihaknya mengapresiasi kepada penyelenggara jasa pembayaran, yakni perbankan. Di mana total ada 15 kantor cabang bank yang berdiri di Tarakan.

“Selama ini telah memberikan peran besar dan turut mendigitalisasikan transaksi di wilayah Kota Tarakan,” ujarnya.

Tanpa adanya dukungan perbankan, transaksi QRIS sulit untuk terwujud. Kegiatan tersebut sebagai ajang silaturahmi kepada pedagang di Pasar Batu. “Alhamdulillah atas kerja sama kegiatan selama ini, semua dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DKUKMP Kota Tarakan, Untung Prayitno mengungkapkan, Pasar Siap QRIS ini merupakan program Pemerintah Pusat dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan bagian dari visi misi Kota Tarakan. “Salah satunya Smart City. QRIS ini memang kalau dilihat manfaatnya banyak sekali. Salah satunya dari segi keamanan,” ungkapnya.

Sebelum QRIS, pembayaran masih menggunakan uang tunai berbelanja ke mall atau berangkat ke kota besar di Indonesia.”Dulu membawa uang begitu banyak, berisiko tinggi. Bisa dirampok dan dicopet. Dengan QRIS, sekarang tidak perlu bawa uang tunai. Cukup bawa handphone saja,” pungkasnya. (sas/uno)