TANJUNG SELOR -Kementerian Pertanian (Kementan) membuka peluang untuk memperbanyak pada komoditas tanaman yang menjadi kebutuhan masyarakat, salah satunya cabai.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan merespons positif peluang tersebut, dengan mengusulkan lahan pertanian baru untuk difokuskan penanaman cabai. Kepala Dinas Pertanian Bulungan Ahmad Yani mengungkapkan, untuk mendukung program Kementan dengan mengusulkan 300 hektare lahan baru, yang nantinya digunakan penanaman cabai.

“Tahun ini ada penambahan luasan areal tanaman cabai sebanyak 25 hektare, tersebar di seluruh kecamatan di Bulungan,” terangnya, belum lama ini.

Secara ketersediaan cabai di Bulungan, diakui masih kurang. Dikarenakan musim panen yang tidak menentu, sehingga alokasi ke pasar pun terhambat. Kondisi tersebut, secara tidak langsung berpengaruh pada stabilitas harga di pasaran.

“Kalau untuk hasil produksi cabai ini saya belum melihat datanya. Tapi yang jelas, cabai ini dihasilkan dari para petani lokal. Harganya sempat merangkak naik karena produksi yang tidak kontinyu,” tuturnya.

Langkah pemberian bibit cabai yang dilakukan pemerintah, diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi persoalan tersebut. Bibit cabai yang dibagikan kepada masyarakat dari Dinas Pertanian. Selain cabai, komoditas yang memicu angka inflasi di Bulungan yaitu bawang merah.

Namun, untuk produksi bawang merah di Bulungan saat ini terus digenjot. Dengan menjalin kerja sama Bank Indonesia (BI), untuk mengangkat potensi pengembangan bawang merah di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

“Saat ini luasan lahan yang masih kita kembangkan seluas satu hektare,” imbuhnya.

Dalam pengembangan bawang merah ini, diperlukan waktu sekitar dua bulan sudah bisa panen. Wilayah yang berpotensi pengembangan bawang merah selain di Apung, juga ada di Kilo 57. Jadi, pemilihan lokasi untuk dijadikan pengembangan bawang merah mesti sesuai kultur tanah. (*/mts/uno)