TANJUNG SELOR –Kabupaten Tana Tidung (KTT) mendapatkan rekor MURI, dengan menyajikan sebanyak 67.693 ribu ketupat. Pencatatan rekor tersebut terlaksana saat tradisi tolak bala, Rabu (21/9).

Bupati KTT Ibrahim Ali dalam sambutannya, mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa tolak bala. “Supaya kita semua terhindar dari marabahaya dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” pesannya.

Diakui Ibrahim, tradisi tolak bala ini menjadi spesial karena bisa mendapatkan rekor MURI. Setiap keluarga diwajibkan membawa ketupat, sesuai dengan permintaan sebelumnya. Jika satu kepala keluarga ada lima orang, maka bisa membawa lima ketupat untuk disajikan bersama.

Namun, kata Ibrahim, masyarakat yang membawa ketupat lebih dari yang sudah ditentukan tidak menjadi persoalan. “Setelah pembacaan doa selesai, warga yang menempatkan posisi sesuai barisan dipersilakan menikmati ketupat itu,” ungkap Ibrahim.

Dikatakan Ibrahim, doa tolak bala merupakan tradisi yang dilahirkan secara turun- temurun. Masyarakat memanjatkan doa, supaya bisa terhindar dari segala marabahaya. “Masyarakat setempat meyakini, bulan Safar merupakan bulan panas. Dengan haturkan doa, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT bisa terhindar dari segala marabahaya,” harapnya.

Bupati memastikan, warga KTT bisa terlibat mengambil bagian dalam upacara tolak bala. Tidak hanya suku Tidung, tetapi suku lain bisa berpartisipasi. (*/mts/uno)