TANJUNG SELOR - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Tanjung Selor, mendata jumlah calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Bulungan mencapai 18.176 orang.

Jumlah tersebut setelah diverifikasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), dimungkinkan bakal menurun. Sehingga data tersebut setelah diverifikasi mencapai 15.507 orang. Verifikasi dilakukan supaya bantuan tersebut tepat sasaran atau tidak dobel penerima. Karena bantuan yang dikeluarkan pemerintah cukup banyak. Salah satunya bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Yang mendapatkan BSU tahun ini hanya mereka yang bergerak di sektor formal,” terang Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tanjung Selor, Ahmad Bisyri kepada wartawan, Kamis (15/9).

Dia menegaskan, kebijakan ini diambil Pemerintah Pusat. Dengan penerima BSU berdasarkan kategori, sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permennaker) Nomor 10 Tahun 2022. BPJS Ketenagakerjaan Bulungan juga membawahi Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Untuk di KTT data calon penerima yang terdaftar 3.087 orang. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan saat ini sebanyak 34 ribu orang.

Jumalah tersebut merupakan akumulasi yang terbagi dalam tiga sektor, meliputi formal, informal dan penerima upah. Mereka yang berhak mendapatkan bantuan itu dipastikan harus memenuhi syarat, sebagaimana tertuang dalam Permenaker Nomor 10 Tahun 2022. Yaitu upah yang didapatkan maksimal Rp 3,5 juta.

“Tapi,itu tergantung pada UMK (Upah Minimum Kabupaten) setiap kabupaten/kota. Jadi sifatnya tidak mutlak,” tuturnya.

Peserta BPJS yang mendapatkan BSU ini, paling lambat terdaftar pada Juli tahun ini. Apabila terdaftar sudah melewati Juli, dipastikan tidak menerima BSU. “Kalau ada peserta yang aktif pada bulan Agustus, secara otomatis pasti tidak dapat,” ungkapnya.

Kategori pekerja formal di Bulungan, sudah mencapai angka 81 persen. Dari potensi angkatan kerja mencapai 60 ribu, dan sektor formal 21.966 orang. Sisanya, merupakan pekerja yang merupakan ASN, TNI dan Polri.

Untuk jumlah peserta yang sudah menerima di Bulungan, belum diketahui pasti. Karena belum ada laporan yang masuk. Akan tetapi, berdasarkan laporan perusahaan maupun kantor swasta menyampaikan sebagian peserta sudah menerima. “Tapi, kalau data penerima secara nasional, yang didapatkan sebanyak 4,1 juta orang. Dari target penerima 16 juta,” tuturnya. (*/mts/uno)