TANJUNG SELOR - Menyikapi tingginya angka inflasi di Tanjung Selor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan gelar rapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan Pemerintah Pusat.

Sebagai upaya menekan angka inflasi, salah satunya telah membentuk tim pengendali inflasi. Bupati Bulungan Syarwani mengakui, sebagaimana paparan Presiden Jokowi, pada 12 September lalu, angka inflasi di Kabupaten Bulungan masih tinggi.

Bahkan, terjadinya inflasi ini sudah diperkirakan sejak Agustus lalu. Dengan kondisi inflasi waktu itu, sempat terjadi deflasi atau penurunan terhadap beberapa komoditas di Kabupaten Bulungan.

“Jadi memang penyumbang inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan harga BBM. Yang mempengaruhi ongkos angkut bahan pokok, yang masuk ke Kabupaten Bulungan,” terang Syarwani, kemarin (14/9).

Laporan dinas teknis mengenai harga dan pemenuhan kebutuhan pokok, relatif masih terjangkau. Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Dari beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, dikarenakan barang didatangkan dari luar Bulungan.

Termasuk pemicu terjadi inflasi terhadap harga tiket pesawat. “Saya yakin, persoalan ini tak hanya terjadi di Bulungan. Tapi juga di beberapa kabupaten lain di Indonesia,” jelasnya.

Pemkab berupaya menjaga ketersediaan, sehingga tidak terjadinya kelangkaan pemenuhan kebutuhan logistik pangan di Bulungan. “Pemkab pun bersepakat membentuk tim pengendali inflasi dari nasional sampai tingkat daerah,” tutur Syarwani.

Rekomendasi yang bisa dilakukan dengan menggelar operasi pasar. Termasuk mendorong para investor untuk segera mendistribusikan atau memasarkan kebutuhan pokok di Tanjung Selor. Sehingga, masyarakat dengan mudah mendapatkan kebutuhan barang yang diinginkan.(*/mts/uno)