TANJUNG SELOR -Penghitungan inflasi selama ini, hanya mengambil sampel di Kota Tarakan dan Tanjung Selor. Tahun depan, dari hasil pembahasan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Kabupaten Nunukan akan dimasukkan dalam penghitungan inflasi.

Dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kaltara Slamet Romelan, Nunukan akan masuk dalam perhitungan untuk menambah gambaran inflasi di Kaltara. Pasalnya, BPS Kaltara baru melakukan survei biaya hidup di Nunukan. Jika hasilnya sudah didapatkan. Maka diharapkan mulai 2023 mendatang, Nunukan menjadi daerah ketiga di Kaltara yang dipantau inflasinya.

“Kalau hasil survei biaya hidup sudah rilis, tahun depan mudah-mudahan sudah ada angka inflasi Nunukan,” terang Slamet, belum lama ini.

Dimungkinkan angka inflasi di Nunukan menjadi perwakilan inflasi pedesaan di Kaltara. Selama ini, angka inflasi di Kaltara hanya mencerminkan wilayah perkotaan.

“Dengan adanya inflasi wilayah pedesaan, mudah-mudahan bisa menggambarkan situasi inflasi,” jelasnya.

Perhitungan inflasi di tiap daerah, akan menjadi fokus BPS Kaltara ke depan. Sebab Pemerintah Pusat membuat indikator kinerja pemerintah daerah, salah satunya angka inflasi. Bahkan, Pemerintah Pusat menilai inflasi, kemiskinan dan IPM akan jadi penilaian kinerja pemda.

“Ini menjadi pekerjaan rumah kami. Sebab tak semua daerah, ada angka inflasinya. Tentu ini yang kami pikirkan, jadi ini sedang digodok dah harapannya bisa terselesaikan,” harapnya. (fai/uno)