TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) akan mulai lakukan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), sebagai upaya mewujudkan program satu data se-Indonesia.

Hal itu merupakan program nasional yang tengah dilaksanakan seluruh daerah. Regsosek adalah sistem dan basis data seluruh penduduk, terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan. Yang terhubung dengan data induk kependudukan dan basis data lainnya, hingga tingkat desa/kelurahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Kaltara Slamet Romelan mengakui sudah rapat koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemprov Kaltara. Bahkan, nantinya BPS Kaltara akan melakukan rapat koordinasi di internal, bersama BPS se-kabupaten/kota. Sebagai upaya menindaklanjuti strategi dalam registrasi sosial ekonomi.

Menurut Slamet, data yang harus dipersiapkan dalam mewujudkan satu data, tidak sedikit. Data yang harus dikumpulkan lebih dari data sensus penduduk. Dengan harapan semua pihak bisa membantu.

“Ada sejumlah variabel data. Paling utama, target kemiskinan nol di tahun 2024,” terang Slamet, kemarin (12/9).

Diharapkan, penuntasan angka kemiskinan bisa dilakukan. Sebab, data yang dikumpulkan menyangkut data kemiskinan. Di sisi lain, upaya menjadikan Indonesia memiliki satu data, berkaitan dengan dampak fiskal yang ditimbulkan oleh sejumlah persoalan.

Seperti bencana alam, bahkan yang saat ini terjadi yakni naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Jadi, ketika ada dampak fiskal dapat segera disalurkan bantuan pemerintah yang terintegrasi. Berdasarkan satu data yang sudah kita miliki,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini update data masih parsial. Dengan adanya Regsosek ini, tidak lagi secara parsial data terupdate. Untuk tahapannya, nantinya pengumpulan data awal di 15 Oktober-14 November 2022. Dilanjutkan pengelolaan di 2023, serta konsultasi publik.

Nantinya saat konsultasi publik, pihaknya akan meminta masukan dari masyarakat. “Data itu jika sudah selesai, akan diserahkan ke Bappenas. Sehingga nanti akan digunakan semua pihak setelah di publish,” tutur Slamet. (fai/uno)