TANJUNG SELOR - Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018, tentang Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor akan berakhir di Tahun 2023 mendatang. 

 Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara masih melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR - Perkim) Kaltara telah mengusulkan perpanjangan Inpres tersebut. 

Kepada Harian Rakyat Kaltara, Kepala DPUPR - Perkim Kaltara, Datu Iman Suramenggala mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan perpanjangan Inpres tersebut. Bahkan, ada kemungkinan Inpres tersebut juga akan memuat persiapan percepatan Daerah Otonomi Baru (DOB) Tanjung Selor. Sebab ada beberapa usulan yang juga akan dimasukan ke dalam  Inpres yang diperpanjang. 

"Presiden sendiri meminta menambah Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan. Kemudian beberapa lainnya, yakni DOB Tanjung Selor serta Wilayah Khusus. Termasuk juga Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI)," bebernya, Minggu (11/9). 

Diperpanjang nya inpres tersebut, diharapkan dapat mengakomodir DOB Taniung Selor dan terealisasi melalui kawasan khusus. Maka dari itu, pihaknya mengikutkan kawasan khusus dan DOB Tanjung Selor ke dalam usulan itu sesuai dengan perintah Presiden RI. Semakin banyak PSN di Kaltara, maka semakin baik. Bahkan mempercepat pembangunan di Kaltara. 

"Untuk masuknya DOB Tanjung Selor ke dalam Inpres, sudah dibahas dengan Presiden RI, saat Gubernur bertemu langsung. Sudah diusulkan agar DOB Tanjung Selor dipercepat. Kemudian, Presiden memanggil Kepala Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Sehingga itu yang menjadi hasil pertemuan. Jadi ada beberapa nanti yang masuk. Kawasan  Strategis Nasional (KSN) atau kawasan khusus, kemudian ada PLTA Kayan, DOB Tanjung Selor, serta KIHI," sebut dia. 

DOB ini, lanjut dia, secara administratif bisa diparalelkan dengan perpanjangan Inpres KBM. Jadi nantinya, akan mengikut serta. Pihaknya, juga akan terus mengawal usulan perpanjangan Inpres itu, agar bisa mengakomodir sejumlah percepatan pembangunan di Kaltara. (fai).