TARAKAN - Kegiatan pertambangan emas tanpa izin di Jalan Trans Kaltara, Kecamatan Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan diungkap Seksi Intel Satbrimob Polda Kaltara. Tersangka berinisial SP (26) diamankan sekira pukul 14.30 Wita, Jumat (9/9). SP diduga melakukan pembelian emas ilegal sejak Juni 2022.

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltara Kombes Pol Noor Hudaya melalui Kasi Intel Satuan Brimob Polda Kaltara Ipda Moedji Santoso mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi ada rumah kontrakan yang ditempati SP sering dijadikan markas jual-beli emas ilegal. Informasi yang diterima dari masyarakat kemudian dikembangkan. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka diketahui berada di rumahnya. Tim kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah kontrakan SP.

"Rumah kontrakan SP di Desa sekatak Puji sering dijadikan tempat transaksi tindak pidana jual beli emas ilegal. Sekira pukul 14.30 Wita baru kami bergerak mengambil tindakan. SP kami amankan dan dilakukan penggeledahan, hingga ditemukan sejumlah barang bukti di rumahnya," ungkapnya, Minggu (11/9).

Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui SP didanai seorang berinisial RH yang berdomisili di Makassar. Selain SP, ada juga rekannya berinisial AS yang tinggal di Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan. "SP itu merupakan koordinator lapangan yang dipercaya RH," ucapnya.

Dalam sistem pembelian emas ilegal, SP menerapkan sistem kontrak per minggu dengan anggaran yang diberikan RH melalui AS sekitar Rp 300-900 juta.

Dari SP, turut disita barang bukti dengan berat sekitar 58 gram, uang tunai Rp 16.100.000, timbangan digital, air keras 30 liter, satu set jari-jari alat cek kadar emas, satu buah kanna sedang dan kanna kecil, besi cetak emas, dua buku catatan, stoples perak, kalkulator, satu set air keras alat cek kadar, satu unit handphone, penjepit stainless, penjepit emas, batu kosok emas dan timbangan kalibrasi 500 gram.

SP diduga melanggar Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia No 03/2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

"Di hari yang sama penangkapan, kami bawa ke Tanjung Selor, Bulungan termasuk barang bukti untuk di serahkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Kaltara agar bisa dilakukan penyidikan lebih lanjut," imbuhnya. (kpg/sas/dra/k15)