TARAKAN -Betapa bejat perbuatan seorang anak berinisial MS, yang tega menghabisi nyawa ibunya sendiri yang berusia 60 tahun berinisial SL, pada Sabtu (10/9) lalu.

Ibunya meninggal dunia usai menerima tusukan benda tajam di rumahnya di Jalan P Aji Iskandar, RT 11 Kelurahan Juata Laut, Tarakan Utara. Anak yang berusia 33 tahun itu, usai menikam sang ibu berhasil diamankan pihak keluarga dan diserahkan ke Unit Reskrim Polsek Tarakan Utara.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Utara AKP Kistaya mengakui, masih mengembangkan penyebab pelaku nekat menikam ibu kandungnya. Namun, sementara ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Tarakan. Pemeriksaan saksi dilakukan penyidik gabungan Polres Tarakan dan Polsek Tarakan Utara, menyesuaikan keinginan pihak keluarga.

“Dugaan pemicu menikam ibunya ini, kami belum periksa. Keluarga belum mau diperiksa (secara resmi), masih keterangan awal. Karena masih berkabung. Sekarang (kasusnya) saya limpahkan ke Polres Tarakan. Pemberkasan di Polres. Kalau di Polres nanti karena penyidik dan petugas kami kurang,” katanya, Minggu (11/9).

Menurut keterangan saksi mata, pelaku masuk ke kamar ibunya dan langsung menikam di sejumlah bagian tubuh. Dari hasil visum, diketahui jumlah tikaman lebih dari 10 kali. Akibatnya korban mengalami banyak pendarahan dan meninggal di lokasi kejadian.

Polisi sempat kesulitan melakukan visum terhadap korban, lantaran pihak keluarga menolak jasad dibawa ke RSUD dr H Jusuf SK. Namun, setelah dibantu tokoh masyarakat dan diyakinkan pentingnya dilakukan visum. Polisi mendatangkan dokter ahli forensik dan dilakukan visum di rumah duka.

“Bapak kandung pelaku sudah meninggal dunia. Pelaku anak bungsu, saat kejadian ada keluarga juga. Cuma pas jelang Maghrib, jadi ada yang sibuk mandi dan ada yang ke Masjid. Waktu mau visum saja keluarga tidak mau. Jadi saya datangkan dokter karena Kapolres wajibkan harus visum. Lukanya banyak, waktu kami visum saja dari lukanya masih keluar darah,” bebernya.

Sehari-hari korban diketahui biasa berjualan ikan tidak jauh dari rumahnya. Sedangkan pelaku, menurut keterangan pihak keluarga dan tetangga, diduga mengalami gangguan jiwa. Sebelumnya, pelaku pernah dirawat di rumah sakit untuk mengobati gangguan jiwanya. Namun sudah keluar dan masih sering mengamuk.

“Saya harus koordinasi dengan dokter untuk memastikan penyakit kejiwaan pelaku. Pernah masuk rumah sakit jiwa, terus pulang lagi kata tetangga. Nanti diperiksa dulu, apakah sakit atau tidak,” ungkapnya.

Kondisi awal pelaku juga masih belum bisa dimintai keterangan. Tidak ditemukan luka di tubuh pelaku, hanya ada bercak darah, diduga milik korban. Pisau yang digunakan pelaku untuk menikam ibunya sudah diamankan. Namun belum dipastikan darimana asal pisau ini diambil pelaku.

Setelah mengamankan pelaku, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sehingga tidak menghambat proses penyidikan. Dikhawatirkan, jika olah TKP terlambat dilakukan. Akan merusak TKP, karena ada proses pemakaman di rumah korban.

“Kematiannya diduga akibat dari tikaman pelaku itu. Di bagian belakang, depan dan samping. Sementara ini penyidikan masih berlangsung,” imbuhnya. (sas/uno)