TANJUNG SELOR - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengusulkan penambahan kuota haji untuk tahun 2023 mencapai 100 persen.

Namun, usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Arab Saudi. Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltara H Saifi melalui Kepala Bidang Haji dan Bimas Islam H Muhammad Saleh mengakui telah mendapat informasi berkaitan penambahan kuota haji.

Hanya saja sampai saat ini, belum ada surat resmi dari Kemenag RI. “Iya, itu disampaikan saat Rakornas di Batam oleh Bapak Menteri Agama,” ujar Saleh, belum lama ini.

Dalam pertemuan tersebut, membahas soal kuota haji dalam tiga opsi yakni 46 persen, 75 persen maupun 100 persen. Menurut Saleh, usulan penambahan kuota dipastikan tidak ada kaitannya dengan waiting list atau daftar tunggu. Di mana saat ini jumlahnya terus menanjak. Dikarenakan adanya penundaan penyelenggaraan haji akibat dua tahun pandemi Covid-19.

“Usulan penambahan kuota haji ini untuk mengambil hak sebanyak 221 ribu per tahun. Di Kaltara, jumlah waiting list di setiap kabupaten/kota bervariasi. Sejauh ini masa tunggu haji terlama ada di Kabupaten Nunukan,” ungkapnya.

Mengenai evaluasi penyelenggaraan haji 2022, kata Saleh, sudah ada rapat evaluasi. Secara nasional, pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan baik. Meskipun demikian, tidak lantas berpuas diri. Sebab, permasalahan ke depan semakin pelik. Sehingga perlu dilakukan upaya pembenahan, agar penyelenggaraan haji bisa berjalan lebih baik lagi.

Di lain pihak, Kepala Kemenag Bulungan H Saimin menyambut baik adanya usulan penambahan kuota haji. Mengingat, untuk daftar tunggu calon jemaah haji di Bulungan terus meningkat. Adanya usulan itu, bisa menurunkan angka daftar tunggu di Bulungan.

“Semoga usulan itu bisa terealisasikan di tahun 2023. Secara langsung, tentunya dapat menurunkan angka daftar tunggu haji,” singkatnya. (*/mts/uno)