TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan melaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) untuk pertama kalinya. Yang dijadwalkan digelar pada 12 November mendatang, berlangsung di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan.

Jelang persiapan pesta olahraga tersebut, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara H Muhammad Nasir berkesempatan lakukan audiensi dengan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, pada Rabu (7/9) lalu.

Pelaksanaan Porprov I itupun mendapat dukungan penuh dari orang nomor satu di Kaltara. Bahkan, diagendakan pada 14 September mendatang akan melaksanakan pelantikan Pengurus Besar (PB) Porprov.

“Kita sudah mengetahui, pelaksanaan Porprov sudah mendapat dukungan dari gubernur. Selanjutnya, kita bisa melaksanakan pelantikan untuk PB dan Panwasrah (Panitia Pengawas dan Pengarah) Porprov pada 14 September mendatang,” terang Nasir, belum lama ini.

Menurut Nasir, KONI Kaltara sebagai koordinator dalam pelaksanaan Porprov tetap lakukan pemantauan. Berkaitan untuk Panwasrah maupun PB Porprov. “Semoga dengan dilantiknya PB Porprov, semua berjalan sesuai keinginan kita,” imbuh Nasir.

Berkaitan anggaran, dari informasi yang diterima Ketua KONI Kaltara, dialokasikan sebesar Rp 6,5 miliar. Akan tetapi, anggaran tersebut belum final. Pasalnya, KONI Kaltara mengusulkan penambahan anggaran. Mengingat, KONI Kaltara juga butuh anggaran untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Seleknas, Musprov hingga Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XIII 2022.

“Semoga ada tambahan anggaran, sehingga kita bisa melaksanakan Porprov sesuai keinginan dan membawa Kaltara di provinsi-provinsi lain,” tutur Nasir.

Untuk cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pun sudah ditetapkan, yakni sebanyak 36 cabor. Namun, ada juga cabor yang hanya sekadar tampil, seperti Barongsai. “Cabor Barongsai ini karena dinilai ramai, berkesempatan tampil saat pembukaan Porprov nanti,” ujar Nasir.

Terhadap cabor yang belum mengusulkan Technical Hand Book (THB), agar bisa segera. Apabila cabor mengalami kesulitan persoalan THB, bisa konsultasi dengan KONI Kaltara. Hal yang menjadi penekanan, apabila pengurus cabor tidak ada di tiga kabupaten/kota. Maka, cabor tersebut tidak bisa dipertandingkan.

Perihal pembagian venue pun sudah ditetapkan. Ada beberapa cabor akan digelar di Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan. Nasir menegaskan, keputusan yang sudah ditetapkan harus ditaati. Karena keputusan yang sudah diambil ini tidak bisa diganggu gugat. (uno2)