TARAKAN -Perangkat electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik sudah mulai terpasang di Jalan Yos Sudarso, Kota Tarakan sejak Minggu (4/9) lalu. Hanya saja proses ETLE baru 70 persen terpasang.

Mulai dari kamera, kabel hingga peralatan penunjang lain. Hanya saja server dan komputer di Back Office ke Command Center Polres dan Front Office, belum tersambung hingga saat ini. Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Lantas Polres Tarakan AKP Rully Zuldh Fermana mengatakan, walaupun kamera sudah tersambung, sistem ETLE belum bisa operasional. Vendor masih mengerjakan sejumlah pekerjaan yang belum selesai.

“Kamera sudah hidup, tapi belum operasional. Belum akan ada penilangan lewat ETLE di Tarakan,” jelasnya, Selasa (6/9).

ETLE ini merupakan penilangan secara otomatis, melalui kamera yang terpasang di beberapa sudut jalan. Jika kamera ETLE ini mendapatkan tangkapan layar pelanggaran pengendara. Misalnya tidak menggunakan helm, maka gambar akan terekam di tangkapan layar dan tercatat untuk dilakukan tilang online.

“Rencananya, ada timeline kemungkinan pada Hari Lalu Lintas, 22 September kami akan launching ETLE tahap 3 seluruh Indonesia serentak. Salah satunya di Polda Kaltara, hanya di Tarakan saja nanti yang pertama. Kalau nanti tambah titik lain di kabupaten lain tinggal menambah, tidak perlu launching lagi,” bebernya.

Di Tarakan, masih satu titik di simpang THM arah Jalan Yos Sudarso. Pihaknya mempertimbangkan lokasi tersebut, karena memiliki tingkat mobilitas tinggi dan berdasarkan data penilangan banyak terjadi pelanggaran. Dengan penerapan ETLE, diharapkan bisa lebih membantu pekerjaan petugas.

ETLE akan bekerja 24 jam, masyarakat yang mendapatkan penilangan elektronik akan dikirimkan surat melalui Front Office. Klarifikasi dan konfirmasi, apakah kendaraan benar milik pengendara, membawa kendaraan saat terjadi pelanggaran, selanjutnya bisa diproses. Pihaknya akan menempatkan dua petugas di Front Office dan di Back Office dengan pelatihan khusus dari Korlantas Polri.

“Kalau sudah dikonfirmasi baru di proses sesuai tilang biasa,” imbuhnya.

Pelanggaran yang biasanya di simpang empat THM, mobil parkir sembarangan, menggunakan handphone saat mengendara, tidak memakai sabuk pengaman dan secara kasat mata pengendara roda dua tidak menggunakan helm.

“Pajak kendaraan bisa terdeteksi. Jadi bisa mendukung program pemerintah menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kalau ETLE efektif, dari pemerintah bisa menambah titik. Tapi, satu titik ini dulu yang kami kerjakan dan maksimalkan,” tuturnya. (sas/uno)