TANJUNG SELOR – Akses jalan di wilayah Bulungan belum memadai. Seperti di Desa Long Lejuh dan Long Pelban, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan. Hingga saat ini masih kesulitan menembus jika melalui jalur darat. 

Keluhan persoalan jalan disampaikan Kepala Desa Long Peso Pulinop Jaui. Diharapkan pemerintah bisa membangun jalan. Selain menggunakan jalan perusahaan, untuk bisa sampai ke Tanjung Selor, pengendara roda empat maupun roda dua harus menyeberang terlebih dahulu di penyebaran Desa Long Beluah.  

“Kalau berharap, ya kita juga mau demikian semogalah bisa dibangun jalannya,” ucap Pulinop, belum lama ini.

Hal yang sama disampaikan Kepala Desa Long Lejuh Irawan. Menruutnya, terdapat beberapa desa yang berharap bisa terhubung lewat akses darat, di Kecamatan Peso. Selain Long Lejuh, ada juga Desa Long Pelban, Muara Pangean, Long Bia, Long Peso, Long Lasan, Long Bang, Long Bang hulu serta Long Pari.

Karena kesulitan untuk akses jalur darat, hal tersebut berdampak terhadap ongkos angkut hasil pertanian. Jika dihitung biaya transportasi tiap orang Rp 300 ribu menggunakan speedboat, sementara melalui darat hanya Rp 150 ribu. 

“Tentu saja kami berharap jalan dibangun. Terutama di sisi kanan Sungai Kayan ketika kita mudik sampai ke Antutan,” harapnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Bulungan Syarwani mengakui akses jalan ke wilayah hulu Kecamatan Peso masih sulit. Namun demikian, ada akses darat yang bisa dilalui. Dengan melewati jalan yang dibangun oleh perusahaan setempat.

Untuk bisa menggunakan akses darat, masyarakat menggunakan jalan milik perusahaan perkebunan sekitar. Sekalipun pemerintah belum bisa membangunkan jalan untuk masyarakat. Namun, jalan perusahaan bisa diakses dan dimanfaatkan.

“Penggunaan jalan bisa diatur, kapan perusahaan menggunakan dan masyarakat bisa melintasi jalur yang sama itu,” terangnya, Selasa (25/1).

Jalan tersebut menjadi sarana yang bisa dimanfaatkan masyarakat, dari Peso menuju Long Lejuh atau Long Pelban. Pihaknya juga akan memastikan kondisi akses jalan penghubung jalur darat ke wilayah hulu. Puluhan kilometer jalan, diharapkan bisa dibangun pemerintah. Agar masyarakat bisa menggunakan akses darat. 

“Kita sendiri sebenarnya berencana untuk membangun jalan. Tapi sementara ini kita belum bisa mewujudkannya. Karena keterbatasan anggaran, bukan berarti tidak ada solusi lain,” terang Syarwani. 

Terhadap perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut bisa dimaksimalkan, untuk pembangunan jalan. “Untuk sementara bisa mengunakan jalan perusahaan. Kita juga berupaya agar bisa membangun jalan yang layak untuk masyarakat,” tuturnya. (fai/uno)