TANJUNG SELOR - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPURI), Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati, jadwal pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024. Dikonfirmasi, Ketua KPU Kalimantan Utara (Kaltara) Suryanata Al Islami membenarkan hal itu. Kata dia, beberapa waktu lalu, sejumlah rapat, yang membahas mengenai jadwal Pemilu dilaksanakan. Namun sempat juga tertunda. Hingga pada Senin (14/1) disepakati jadwal Pemilu 2024.

"Memang untuk beberapa waktu lalu tertunda. Hari ini telah mengerucut, di mana Mendagri menyetujui Pemilu," ungkapnya, Senin (24/1). Menurutnya, usulan itu bukanlah baru sama sekali. Karena dalam rapat-rapat konsinyering sebelumnya, KPU pernah mengusulkan 3 alternatif, yakni, 14 Februari, 21 Februari, dan 6 Maret 2024. Kemudian dari Pemerintah, menyampaikan usulan jadwal Pemilu 2024 pada 15 Mei.

"Apa yang menjadi keputusan bersama, kami didaerah sepenuhnya mengikuti," sebut dia. Dengan disetujuinya, diharapkan ada langkah selanjutnya yang dilakukan KPU RI. seperti membuat regulasi turunan, agar dapat dilanjutkan oleh daerah apa yang harus dilaksanakan. Seperti tahapan yang akan dimulai dan persiapan lainnya. "Kami meminta kepastian untuk melaksanakan langkah persiapan," ujarnya.

Seperti perencanaan anggaran, yang harus disusun guna mendukung pelaksanaan tahapan Pemilu. Kemudian infrastruktur teknis dalam pelaksanaan Pemilu. "Perlu persiapan untuk infrastruktur teknis. Maka dari itu, perencanaan anggara  harus disusun. Jika sudah ada regulasinya, kita bisa cepat melaksanakan persiapan," kata dia.

Apalagi, lanjut dia, KPU Kaltara sudah melakukan uji coba pemilihan serentak. Akan bisa lebih siap jika ada regulasinya. Sebab harus dikonsultasikan lagi terlebih dahulu. "Kita juga harus melakukan sosialisasikan terhadap tahapan pemilu. Hal ini menjadi bagian penting," pungkasnya. (fai)