NUNUKAN – Unit Reskrim Polsek Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan membekuk seorang penggembala ternak berinisial R. Pria berusia 44 tahun itu diduga menggelapkan 17 ekor sapi milik majikannya, Syahruddin, pada Sabtu lalu (22/1). 

Kapolsek Sebatik Timur Iptu Randya Shaktika saat dihubungi, Minggu (23/1) membenarkan, terkait pengungkapan kasus dugaan penggelapan hewan ternak. Dikatakan Randya, kasus itu terungkap saat pemilik sapi mendatangi lokasi gembala dan meminta R untuk menangkap 5 ekor sapi. 

Sambil menunggu, Syahruddin pergi ke pondok kebun di sekitar lokasi hingga ketiduran. Saat Syahruddin terbangun, merasa heran karena tidak melihat keberadaan R. 

“Pelaku diduga lari karena mengira majikannya sudah tahu kelakuannya,” terang Randya. Merasa janggal akan kelakuan pelaku, keesokan hari, Syahruddin berkeliling untuk melihat langsung dan menghitung jumlah sapi miliknya.

“Setelah dihitung secara seksama, jumlah sapinya tersisa 19 ekor. Padahal seharusnya 36 ekor,” ungkap Randya. 

Syahruddin mencoba mencari sapi miliknya, namun tidak bisa menemukannya. Bahkan ia tidak bisa menghubungi pelaku sebagai orang yang dipercaya, untuk memelihara seluruh sapi tersebut. 

Dari kejanggalan tersebut, Syahruddin kemudian mendatangi polisi untuk membuat laporan. Pencarian terhadap pelaku pun membutuhkan waktu dua hari sejak dilaporkan Kamis lalu (20/1). 

Petugas menemukan keberadaan pelaku yang sedang bersembunyi di sebuah pondok kebun di wilayah Desa Lapri. Sebelum meringkus pelaku, polisi mendapat perlawanan dengan sebilah badik. Untuk menghentikan perlawanan pelaku yang menggunakan senjata tajam, polisi terpaksa melepaskan timah panas di kaki pelaku. 

“Kami terpaksa lakukan tindakan tegas dan terukur (tembakan). Karena terduga pelaku melawan dengan badik,” tegasnya. Saat diinterogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Ia mulai menggelapkan sapi majikannya sejak Juni 2021.

Modusnya, menawarkan sapi kepada calon pembeli dengan harga miring. Hal itu dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali, dalam rentang waktu Juni-Desember 2021. Dalam penjualan sapi tersebut, pelaku meraup keuntungan kurang lebih Rp 45 juta.

“Pelaku mengakui uang hasil penjualan sapi digunakan untuk menikmati narkotika dan permainan judi online,” tutur Randya. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, masing-masing, satu unit handphone merk Oppo, satu ekor sapi betina dewasa dan 2 ekor anak sapi. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku pun dikenakan Pasal 372 KUHP. Dengan maksimal ancaman hukuman 4 tahun penjara. (*/lik/*/viq/uno)