TANJUNG SELOR -Lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan, di Desa Muara Pangean, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, tidak berpenghuni. Yang terlihat hanya ada sejumlah kontainer yang tidak digunakan. 

Di lokasi tersebut, hanya ada satu orang yang berjaga yakni Lihan, merupakan warga Desa Long Peso. Diakui Lihan, empat kontainer yang berjejer itu saat ini kondisinya kosong tanpa penghuni. Kontainer tersebut cukup lama berada di lokasi bekas groundbreaking PLTA Sungai Kayan.

“Saya tidak ingat benar, tepatnya kapan kontainer-kontainer didatangkan. Kontainer di sana kosong, itu juga sudah lama kontainernya,” ucap Lihan, Kamis lalu (20/1).

Lihan menerima upah oleh PT KHE (Kayan Hydro Energy) untuk berjaga. Namun ia tidak tahu untuk proses pembangunan tersebut. Yang diketahui baru membuat gudang bahan peledak saja. Lihan hanya bertugas menjaga keamanan stok bahan bakar, untuk keperluan alat-alat konstruksi pembangunan gudang handak. Ia tidak tahu jelas yang dikerjakan di gudang bahan peledak.

“Sekarang, saya jaga solar saja di sini. Sehari-hari berjaga seorang diri. Ada waktu luang, saya menjala ikan di Sungai Kayan,” ungkap dia.

Dua tahun bekerja menjaga kontainer itu, Lihan mengaku memilih pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. “Saya sendiri saja dan sudah lama di sini. Mungkin sudah dua tahun di sini, listrik tidak ada, hanya pakai lampu charge,” bebernya.

Lihan tidak tahu persis konstruksi bendungan PLTA Kayan akan dimulai. Saat ini PT KHE tengah melakukan konstruksi gudang handak, tak jauh dari kontainer ditempatkan.

Di dekat tempat Lihan beristirahat, terdapat papan informasi PT KHE yang berisikan keterangan beberapa izin yang telah dimiliki. Ada 3 izin yang disebutkan yakni, SK Bupati Bulungan tentang Izin Lokasi, Nomor 65/K-I/100/2012. Kemudian SK Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup tentang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Nomor 23/I/IPPKH/PMA/2015. SK Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang izin pelaksanaan konstruksi Nomor SA.04.03-Mn/I227. 

“Kalau papan itu, saya kurang tahu. Karena saya hanya berjaga saja. Kapan dipasang saya juga tidak tahu,” ujarnya Lihan.(fai/uno)