TARAKAN - Kecelakaan lalu lintas di Tarakan, mengalami peningkatan di tahun 2021. Bahkan di 2021, korban meninggal dunia juga meningkat menjadi 13 orang, dibanding di tahun 2020 ada 11 orang. Selain karena kesadaran masyarakat yang berkurang, juga dikarenakan faktor cuaca dan sarana prasarana jalan.

Persoalan jalan, juga menjadi perharian Satlantas Polres Tarakan. Bahkan rencananya, pihak lantas akan melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan Tarakan maupun instansi terkait lainnya, untuk membahas soal sarana dan prasarana jalan yang perlu diperbaiki.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana mengatakan, kebanyakan kecelakaan lalu lintas oleh pengendara roda dua, karena menyalip kendaraan di depannya. Human error dan infrastruktur, juga menjadi hal yang paling sering menyebabkan kecelakaan tunggal.

"Biasanya kejadian kecelakaan tunggal itu malam hari. Bisa meninggal dunia di tempat, tapi kalau ringan ya ringan sekali," katanya, Sabtu (22/1).

Di awal tahun ini saja, sudah ada kecelakaan lalu lintas dengan beberapa laporan polisi. Faktor cuaca menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan. Terutama di musim penghujan, jalan di Tarakan banyak berbukit dan kondisi jalan tidak baik, sehingga rawan terjadinya kecelakaan. "Sementara ini yang kami tangani ada 6 laporan polisi sampai sekarang," sebutnya.

Saat itu, semua kecelakaan harus dilaporkan ke Korlantas Polri secara lengkap. Dalam arti, semua korban yang berkaitan kecelakaan lalu lintas, mulai dari luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia, harus dilaporkan. Berbeda dengan sebelumnya, jika ada kesepakatan di luar, maka bisa tidak diterbitkan laporan polisi. "Kalau sekarang harus diterbitkan laporan polisinya, buat laporan ke Korlantas Polri," pungkasnya.(sas/udi)