TIDENG PALE – Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terkumpul dari sumber retribusi Pelabuhan Feri, Damri dan Pasar Imbayuk Taka senilai Rp 243 juta. Retribusi daerah tersebut menjadi kewenangan Dinas Perhubungan (Dishub) KTT. 

Nominal PAD tersebut dinilai cukup baik, karena telah melebihi target yang ditetapkan pemerintah daerah melalui Badan Pengelola Keuangan Aset dan Daerah (BPKAD). 

Alhamdulillah, angkanya naik jauh di luar target. Tahun 2021 ini kita targetkan Rp 45 juta. Pada Desember lalu, angkanya naik menjadi Rp 243 juta,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Dishub Kaltara Herson, Jumat (21/1). 

Untuk retribusi daerah disetorkan kepada pemerintah daerah. Pendapatan tersebut merupakan akumulasi dari sektor pajak, berupa retribusi Pelabuhan Feri, speedboat, Pasar Induk dan Damri. 

Menurutnya, pencapaian ini sangat luar biasa. Dengan pendapatan ini diharapkan adanya upaya pembenahan dan perbaikan pada fasilitas publik tersebut. Karena, pelayanan merupakan hal paling mendadasar, demi naiknya PAD melalui sumber retribusi daerah. 

Tahun ini, pihaknya akan terus memaksimalkan PAD. Namun, saat ini belum ada target yang diberikan. Namun, tetap optimis adanya peningkatan dibandingkan tahun lalu. Penerapan tarif retribusi ini, mulai diterapkan pada tahun lalu. Mengingat Dishub sebelumnya bergandeng dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).  

“Tahun 2022, kita belum mendapatkan informasi dari pemerintah daerah terkait nominal target yang diberikan. Biasanya dari BPKAD yang memberikan penentuan tarif itu,” tuturnya. 

Retribusi ini berdasarkan peningkatan jumlah penumpang di pelabuhan. Jika permintaan barang atau penumpang naik. Maka otomatis retribusi ikut meningkat, tergantung pada pelayanan yang diberikan.(*/mts/uno)