TARAKAN – Pria berinisial FS nekat mencuri handphone temannya sendiri di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan Timur sekitar pukul 14.00 Wita, Senin pekan lalu (10/1). 

Handphone yang dicuri pria berusia 37 tahun itu, untuk memenuhi keinginannya agar bisa bermain judi online (judi slot). Tersangka diamankan Unit Reskrim Polsek Tarakan Barat, Sabtu lalu (15/1) tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) di sekitar daerah Jembatan Besi.

Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Barat Iptu Angestri Budi Reswanto mengatakan, tersangka saat itu berdua temannya menumpang ke rumah temannya yang lain bernama Madan. FS bersama temannya ini berniat mengisi daya handphone.

“Jadi handphone teman tersangka ini yang dicharger. Tapi teman tersangka pergi meninggalkan tersangka sendiri di rumah itu ke daerah Beringin,” jelasnya, Kamis (20/1).

Saat teman tersangka kembali, FS sudah tidak berada di tempat. Namun temannya sudah tidak lagi melihat handphone beserta kabel charger di ruang tamu rumahnya. Temannya masih berusaha menunggu tersangka hingga larut malam. Namun tersangka tak kunjung kembali. 

“Korban mengalami kerugian Rp 2,7 juta. Korban pun melapor ke Polsek Tarakan Barat pada 13 Januari lalu. Unit Reskrim melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Akhirnya tersangka berhasil diamankan saat berada di rumahnya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Gunung Lingkas pada Sabtu lalu (15/1). Antara rumah tersangka dengan TKP tidak terlalu jauh. FS beralasan menjual handphone tersebut karena terdesak ingin bermain judi slot. 

“Tersangka ini sebenarnya juga bekerja di salah satu perusahaan di Tarakan,” ungkapnya.

Barang bukti satu unit handphone sebelumnya sudah dijual oleh teman tersangka. Namun teman tersangka hanya dijadikan saksi dan wajib lapor. Hal ini dilakukan setelah tidak ditemukan bukti keterlibatan atas aksi pencurian tersebut. 

“Pembeli handphone sudah mengembalikan. Tapi kami masih dalami lagi. Pengakuan tersangka baru kali ini mencuri. Tersangka disangkakan pasal 362 ayat KUHPidana, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” tuturnya. (sas/uno)