TANJUNG SELOR - Harga minyak goreng disesuaikan menjadi satu harga yakni Rp 14 ribu per liter. Hal itu berdasarkan aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat. 

Pantauan media ini, tim mendatangi Alfamidi se-Tanjung Selor dan beberapa toko lainnya. Dipastikan minyak goreng dijual sesuai aturan. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bulungan Murtina menjelaskan, seluruh Alfamidi di Tanjung Selor sudah mengikuti aturan. Untuk minyak goreng dengan ukuran 2 liter, dijual Rp 28 ribu.

“Namun pembeliannya dibatasi kepada masyarakat. Per orang hanya 2 liter,” terangnya, Kamis (20/1).

Stok yang ada di Alfamidi tergantung pemesanan. Pasalnya, barang diambil dari Samarinda. Dalam sebulan dengan dua kali pengambilan. Setiap kali mengambil 20-25 dos.

“Ini kita lanjut sampai ke pasar-pasar. Kita beri informasi bahwa harga minyak harusnya Rp 14 ribu per liter,” tuturnya.

Pihaknya memberikan waktu sepekan untuk menyesuaikan harga minyak goreng. Untuk stok lama, akan dikoordinasikan ke Kaltara. Sementara itu, Kepala Seksi Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Disperindagkop dan UKM Kaltara Bernitha Sondak menambahkan, sesuai instruksi Kementerian Perdagangan ke seluruh Alfamidi. Untuk penyesuaian harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter. Itu dilakukan guna memenuhi kebutuhan rumah tangga dan UMKM.

“Untuk toko-toko dan lainnya, diberikan waktu seminggu untuk penyesuaian harga,” ungkapnya.

Hasil pantauan ke swalayan di Bulungan, sudah ada konfirmasi distributornya dari beberapa merk untuk pengembalian selisih harga dari minyak goreng yang didistribusikan. Kemungkinan distributor meminta agar tidak dijual dahulu, sebelum penghitungan selisih selesai.

“Beberapa distributor mungkin masih belum tahu. Kami menyampaikan ada kebijakan terbaru dari pusat,” jelasnya. Jika tidak sesuai dan tidak memenuhi kebutuhan itu, maka akan diberikan sanksi. Berupa pencabutan izin atau pembekuan. 

Dari hasil pantauan, pihaknya akan melaporkan ke pusat. Jika dalam seminggu tidak menyesuaikan harga. “Ini kita bahas juga dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tegasnya.

Terkait penjual eceran yang terdampak, upaya pemerintah untuk menghadapi dengan berkoordinasi dengan pusat. (fai/uno)