TANJUNG SELOR – Warga Jalan Trans Kalimantan, Jelarai Selor Kabupaten Bulungan digegerkan dengan adanya mayat yang sudah membusuk, Rabu (19/1) sekira pukul 08.00 Wita. 

Di dalam rumah berkonstruksi kayu tersebut, dihuni Susi yang merupakan janda. Nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Wanita berusia 30 tahun itu pertama kali dilihat oleh Sigit, yang merupakan tetangga korban. Sigit melihat korban dalam kondisi sudah tergantung dan membusuk. 

Dari penuturan Sigit, sekira pukul 08.00 Wita, mencium aroma bau busuk. Saat itu, Sigit hendak berangkat kerja. Namun, penasaran dan menengok tetangganya yang tidak lain adalah Susi. Sebab bau busuk berasal dari rumahnya.

“Bau busuk itu dari rumah Susi. Saya penasaran dan mencoba mencari tahu. Apalagi rumah saya satu dinding dengan rumah Susi,” ucapnya, Rabu (19/1).

Sigit yang penasaran, kaget menemukan Susi yang sudah tergantung di rumahnya. Sigit pun langsung melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat dan memberitahukan kepolisian serta keluarganya.

“Saya kaget. Apalagi bau busuk ini sudah sekitar 3 hari tercium. Saya tak menyangka kalau itu dari rumah Susi. Mulai hari Minggu tercium. Tapi yang memang bau busuk yang menyengat betul hari ini (kemarin, Red),” bebernya.

Mendengar kabar Susi gantung diri, Arif Siswandi kakak Susi syok dan langsung bergegas menuju rumah korban. Padahal sebelumnya, Susi beberapa kali sering main ke rumah kakaknya itu. Terakhir, pada 15 Januari lalu Susi meminta KK (Kartu Keluarga) dan KTP. Kemudian meminta kakaknya untuk memasang spanduk laundry.

“Adik saya ini sempat bekerja di laundry dekat sini juga. Makanya, mungkin mau buka laundry. Tapi belum sempat, saya sudah dengar kabar dia gantung diri,” kata Arif.

Menurut keterangan Arif, adiknya punya riwayat depresi setelah bercerai. Teman Susi, Wawan (26) juga kaget mendengar hal itu. Menurut Wawan, Susi mudah bergaul. Meski depresi, Susi masih bisa diajak berkomunikasi. Bahkan sempat dekat dengan temannya yang juga satu sekolah yang sama dengan Susi.

“Kesehariannya Susi memang di rumah saja. Ada saja di rumah. Yang saya tahu ada gangguan dan kalau duduk sama dia, kadang ngomong sendiri. Namun diajak ngobrol dia nyambung saja. Mungkin karena ada beban dipikiran. Soalnya masih nyambung diajak ngobrol,” ungkap Wawan.

Terpisah, Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan Muhammad Khomaini mengatakan, berdasarkan hasil olah TKP, serta keterangan saksi di lokasi. Pihaknya mencatat, korban memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa. Kemudian terakhir kontrol ke dokter pada 4 Januari lalu. Korban juga tinggal sendirian.

 

“Tinggi kusen pintu tempat gantung diri 200 sentimeter. Jarak kaki dengan lantai hanya 2 sentimeter. Sementara tinggi badan korban 165 sentimeter. Kita juga melakukan pemeriksaan dan autopsi di rumah sakit,” terangnya. 

Berdasarkan pemeriksaan dari dokter RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jeratan di leher, simpul hidup atau ada kemungkinan korban mengalami patah leher. Korban juga diperkirakan meninggal lebih dari sehari.

“Korban sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Barang bukti yang kita amankan, obat-obatan korban, identitas dan tali simpul hidup warna biru,” tuturnya. (fai/uno)