TANJUNG SELOR – Masa berlaku izin lokasi perusahaan di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, sudah berakhir. 

Daftar perusahaan memiliki izin lokasi di kawasan industri tersebut, berdasarkan PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, ada 10 perusahaan. Meliputi PT Adhidaya Suprakencana, PT Albasam Petroleum Indonesia, PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), PT Kayan Patria Industri, PT Indonesia Strategis Industri (ISI), PT Pelabuhan Internasional Indonesia, PT Kayan Patria Propertindo (KPP), PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Dragon land dan PT Dragon Signature. 

“Dari jumlah itu ada 7 perusahaan yang izin lokasinya berakhir. Seperti PT Albasam Petroleum Indonesia dan PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Sedangkan sisa perusahaan lainnya, masa berlaku izin lokasi berakhir pada Februari, Agustus dan September tahun ini,” terang Bupati Bulungan Syarwani saat dikonfirmasi Harian Rakyat Kaltara, Rabu (19/1). 

Terhadap perusahaan yang habis masa izin lokasinya, lanjut Bupati, akan dikonfirmasi dan evaluasi. Bahwa, berdasarkan izin lokasi yang diterbitkan maka dinyatakan sudah berakhir. Apabila ingin melanjutkan izin lokasi di kawasan tersebut, tentu dengan format baru. Sesuai Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang dan Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang. 

“Perusahaan tetap bisa saja gunakan badan usaha yang sama. Tapi, memulai izin lokasi harus dengan regulasi yang baru,” tutur Syarwani. 

Menurut Syarwani, ketika perusahaan itu mengurus izin lokasi yang baru tidak bisa menggunakan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 17 Tahun 2019 tentang Izin Lokasi. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 13 Tahun 2021, maka kepengurusan izin lokasi sama kembali dari awal. 

Sementara daftar perusahaan sebagai pengelola kawasan industri mencakup, PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), PT Kayan Patria Propertindo (KPP) dan PT Indonesia Strategis Industri (ISI).(uno2)