TARAKAN – Aksi pencurian kotak amal di salah satu masjid di Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara terekam Circuit Closed Television (CCTV), Minggu lalu (16/1). 

Dengan kondisi yang sepi dimanfaatkan pelaku, setelah memastikan sekitar masjid yang menjadi sasarannya aman untuk disatroni. Pengurus Masjid Fastabiqul Khairat Ahmad Dahlan menjelaskan, ada tiga kotak amal di pintu masuk kiri dan kanan masjid yang telah hilang. 

Dari rekaman CCTV, pelaku dengan perawakan tinggi beraksi seorang diri. Pelaku terlebih dahulu memantau situasi masjid. Setelah merusak kotak amal, pelaku mengambil isi uang di dalamnya. Setelah itu, meninggalkan kotak amal dalam kondisi rusak. “Antara jam 10.00 Wita sampai 11.00 Wita, ada jamaah yang melihat kondisi kotak amal sudah rusak, sebelum salat Zuhur. Tak banyak isinya, karena baru hari Jumat lalu diambil,” katanya, Senin (17/1). 

Dahlan mengakui, sudah empat kali uang di dalam kotak amal dibawa pencuri. Video rekaman CCTV sengaja disebarkan, untuk mengetahui sosok yang kenal dengan pelaku. Minimal, bisa diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya. “Kalau dari rekaman CCTV pelakunya hanya satu orang. Kami belum laporkan ke polisi, tapi diviralkan videonya, supaya pelakunya malu dan bertobat,” harapnya.

Sementara itu Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Utara AKP Kistaya mengakui belum menerima adanya laporan pencurian kotak amal di wilayahnya. “Kalau tahun lalu ada pelaku yang kami tangkap dan diproses, tapi waktu itu saya belum menjabat,” tuturnya. 

Dia mengimbau, agar pengurus masjid bisa lebih memperhatikan posisi menaruh kotak amal. Misalnya, menempatkan kotak amal semi permanen, menggunakan besi atau kayu dengan kunci. Terlebih, kotak amal bisa dirantai atau diikat. Agar lebih aman juga diharapkan tidak menggunakan kaca. Sehingga, uang di dalam kotak amal tidak terlihat dan tidak mengundang orang lain untuk memiliki. (sas/uno)