TARAKAN –Pemerintah Pusat melanjutkan program subsidi angkutan udara perintis ke wilayah perbatasan Kalimantan Utara (Kaltara) untuk tahun ini.

Penerbangan perdana dilakukan Sabtu pagi (15/1) melalui Bandar Udara (Bandara) Juwata Tarakan menuju Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) dengan maskapai Susi Air.

“Kita berharap konektivitas di Kaltara ini dapat terjadi. Khususnya daerah-daerah seperti di Long Bawang, Long Apung, Long Layu, termasuk daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), yang bisa terdukung. Baik untuk penumpang maupun kargo,” harap Kepala Bandara Juwata Tarakan Agus Priyanto.

Dijelaskan Agus, tahun ini program subsidi angkutan udara perintis melayani 16 rute penumpang dan 5 rute kargo. Ada satu tambahan rute kargo dibanding tahun lalu. Menurut Agus, hadirnya Pemerintah Pusat di Kaltara untuk mensupport konektivitas yang ada. Karena seperti diketahui bersama, konektivitas melalu jalan darat, fasilitas masih belum seperti yang diharapkan. Sehingga dengan penerbangan perintis ini, konektivitas antara daerah-daerah 3T dengan kota-kota yang didekatnya bisa terjadi.

Disamping itu, melalui program ini dimaksudkan untuk menekan disvaritas harga di daerah 3T, yang berdekatan dengan Malaysia. “Dengan Malaysia lockdown kondisi pandemi ini, kehadiran pemerintah diharapkan,” tuturnya.

Menurut Agus, tahun ini Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran sekira Rp 40 miliar, hampir sama tahun lalu. Mengenai rute penerbangan untuk penumpang maupun kargo, selengkapnya lihat info grafis.

“Alhamdulillah usulan kami dari korwil Tarakan mendapat persetujuan dari kementerian. Ini merupakan bentuk keberhasilan bersama dan fungsi koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan Pemerintah Pusat. Dalam pemenuhan pelayanan bagi masyarakat di Kalimantan,” ungkapnya.

Adapun harga tiket penerbangan perintis, dibeberkan Agus, relatif terjangkau, antara Rp 300 ribu-Rp 450 ribu. Sebagai contoh rute Tarakan – Maratua yang hanya Rp 340 ribu untuk sekali perjalanan.

“Sangat murah dan durasi perjalanan yang singkat tentu sangat menjanjikan. Harapan kami harga tarif tiket yang murah ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat,” tuturnya.

Begitu juga dengan arus balik angkutan kargo. Dari pemerintah tidak ada target pemenuhan minimal. Sehingga sangat diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan angkutan balik kargo ini. Agar bisa meningkatkan nilai jual dari barang atau komoditas daerah.

“Dari Long Ampung misalnya, bisa memanfaatkan kargo balik untuk membawa jeruk Long Ampung. Atau masyarakat Long Bawan bisa membawa beras Long Bawan ke Tarakan, untuk dijual,” ungkapnya.

Tahun lalu, Pemerintah Pusat juga menghadirkan program subsidi angkutan udara perintis. “Tahun lalu, kita bisa melayani masyarakat angkutan perintis penumpang dengan 16 rute dan angkutan perintis kargo 4 rute. Dengan hasil sampai dengan akhir tahun, kita sudah mengangkut penumpang hampir 18 ribu lebih penumpang dan 244 ton barang kargo,” tuturnya. (mrs/uno)