TANJUNG SELOR - Kapal Motor (KM) 21 GT 34 No-13 / II m, yang mengangkut barang ekspedisi tujuan ke Tarakan, kandas dan akhirnya tenggelam di Perairan Teluk Sungai Kayan Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan. 

Kecelakaan sungai itu terjadi pada pukul 01.00 Wita, Jumat (14/1). Kapal barang tersebut memuat dua unit mobil, 9 unit sepeda motor, 33 drum oli, tiga ratus pasang sepatu, dan barang lainnya. Kapal yang dinakhodai Sewedi (50), berangkat dari Tanjung Selor menuju Tarakan, Kamis malam (13/1), sekitar pukul 22.00 Wita. 

Saat melintas di Perairan Teluk Sungai Kayan Salimbatu, lambung kapal diduga menabrak kapal yang sudah tenggelam pada tahun 1982. Dampak menabrak itulah kapal menjadi oleng dan air mulai masuk ke lambung kapal. 

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tanjung Selor Mulyono saat dikonfirmasi menjelaskan, kapal membawa kendaraan roda empat dan roda dua beserta barang logistik lainnya.

“Tim Satpolairud Polda Kaltara dan Polres Bulungan serta masyarakat sekitar, membantu lakukan evakuasi terhadap barang-barang yang diangkut,” ujarnya, kemarin (14/1). 

Alur pelayaran yang digunakan KM 21 sedianya tidak lagi digunakan. Dikarenakan kedangkalan alur di sisi sungai bisa jadi alasan nakhoda memilih alur tersebut. Menurut Mulyono, dugaan penyebab kandasnya kapal bukan karena kelebihan muatan. Apalagi, kapal ini hanya berlayar dengan kecepatan 12 knot, jadi tidak cepat juga. 

Selanjutnya, pihaknya akan meminta keterangan dari nakhoda kapal untuk keperluan berita acara pemeriksaan (BAP). “Nanti kami akan BAP. Sementara ini kami berikan waktu mereka untuk menyelamatkan dulu barang-barang,” tuturnya. 

Proses evakuasi barang-barang pun membutuhkan waktu. Bahkan, hingga berita ini dirilis, kapal tersebut masih belum bisa dievakuasi ke pinggir sungai. (fai/uno)