KABAR duka menyelimuti Kalimantan Utara (Kaltara). Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltara Ibramsyah Amirudin menghembuskan napas terakhirnya, pada Rabu sore (12/1) di RSUD dr Jusuk SK Tarakan. 

Setelah meninggal dunia, jenazah almarhum pun dibawa ke Tanjung Selor. Untuk dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Tanjung Palas, Kamis (13/1). Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Terlihat seluruh tokoh, mulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, Wakil Bupati Bulungan, pejabat Pemprov Kaltara, Pemkab Bulungan, KPU provinsi dan kabupaten/kota, Rektor dan Dosen di Universitas Kaltara, serta masyarakat mendatangi rumah duka. Bahkan, hingga ke tempat peristirahatan terakhir. 

Perwakilan keluarga, Abdul Jalil pun menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidupnya. “Kami dari pihak keluarga meminta doanya dan memaafkan almarhum. Serta mengantar almarhum ke peristirahatan yang terakhir,” ucapnya, Kamis (13/1).

Setibanya di TPU, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang memimpin pelepasan jenazah. Menurut Zainal, almarhum merupakan salah satu tokoh terbaik yang dimiliki Kaltara. Kiprahnya di Kaltara, baik saat menjabat Ketua KPU Bulungan, Wakil Rektor di Universitas Kaltara hingga sebagai Kepala Ombudsman Perwakilan Kaltara, telah banyak membantu kehidupan masyarakat.

“Beliau orangnya baik dan humoris. Bahkan beliau salah satu yang terlibat dalam pembentukan Kaltara,” ujar Gubernur. 

Di tempat yang sama, Ketua KPU Kaltara Suryanata Al-Islami mengenal almarhum sebagai salah seorang yang menginspirasi dirinya untuk masuk dunia penyelenggaraan pemilihan di KPU. Semasa hidup, almarhum merupakan sosok pribadi yang ramah, bersahaja dan penuh perhatian. Kedekatan dirinya dengan almarhum secara personal.

“Beliau orang yang humble dan cepat akrab dengan siapa saja. Perhatiannya juga luar biasa. Pertama kali dapat kabar itu, terus terang saya nangis, karena beliau orangnya luar biasa,” terangnya.

Lanjut Suryanata, mantan Wakil Rektor di Universitas Kaltara itu pada saat Pilkada serentak 2020 lalu paling perhatian tentang protokol kesehatan. Dimana ditegaskan harus betul-betul dilakukan. Termasuk sebelum logistik didistribusikan, bersama almarhum, Suryanata melakukan pengecekan gudang logistik untuk alat pelindung diri. 

“Kami di jajaran KPU tentu merasa kehilangan. Kepergian beliau dapat dijadikan refleksi bagi pemuda pemudi di Kaltara, untuk terus melanjutkan spirit dan perjuangannya,” harap Suryanata. 

Rektor Universitas Kaltara Prof Dr Ir Abdul Jabarsyah pun merasa kehilangan. Mengingat, di awal menjabat sebagai Rektor Universitas Kaltara. Ia banyak dibantu oleh wakil rektor yang diemban almarhum. Peran almarhum cukup banyak. Utamanya pada pembinaan mahasiswa. Apalagi, hubungan dengan dosen dan mahasiswa sangat baik.

“Beliau berjasa bagi Universitas Kaltara. Banyak berbuat untuk kampus. Apalagi menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik sejak 2010-2016. Memang banyak kenangan bersama beliau. Bahkan ketika sudah berada di Ombudsman RI Perwakilan Kaltara,” tuturnya. (fai/uno)