TARAKAN – Posko Pengendalian Transportasi Laut Periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang dimulai sejak 17 Desember tahun lalu, ditutup pada Senin (10/1). 

Bersamaan penutupan, dilakukan evaluasi bersama stakeholder terkait, berkenaan pelaksanaan posko di ruang rapat Trisula Lantai I Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan. 

Kepala KSOP Kelas III Tarakan Capt M Hermawan bersyukur, selama dibukanya posko tidak ditemukan penumpang yang terindikasi Covid-19.

Alhamdulillah selama kita melaksanakan kegiatan Nataru tak ada penumpang yang terindikasi Covid-19. Karena memang semuanya sudah melalui proses penerapan vaksin dosis 1 dan dosis 2, melakukan antigen dan lain sebagainya,” ujar Hermawan ditemui usai pertemuan. 

Adapun untuk jumlah penumpang, diakui Hermawan, terjadi penurunan signifikan. Namun, jumlah itu hanya terhitung penumpang yang naik dan turun di Pelabuhan Malundung. 

Sedangkan tahun lalu masih menjadi satu kesatuan, antara Pelabuhan Malundung, Tengakayu I dan feri Juata Laut. Dengan jumlah mencapai 40.408 penumpang. 

“Berarti sebesar 79,74 persen, turun dari tahun sebelumnya,” sebutnya. 

Hermawan mengakui pelaksanaan posko pengendalian transportasi laut Nataru berjalan lancar. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Di antaranya terkait pembagian tugas.   

“Pada saat embarkasi, debarkasi, bisa kita bagi supaya memecah kerumunan masyarakat. Baik yang akan naik atau pun turun dari kapal,” tuturnya. 

Adapun untuk penerapan protokol kesehatan, Hermawan menilai sudah diterapkan secara maksimal sesuai ketentuan. “Alhamdulillah kalau untuk prokes memang sudah kita maksimalkan. Makanya kami mengajak dari tim Satuan Tugas Tarakan dan KKP. Otomatis ketentuan-ketentuan yang memang sudah dilaksanakan kita terapkan,” ungkapnya. 

Kepala KKP Tarakan Jalil Alfani membenarkan, jika penumpukkan penumpang menjadi bahan evaluasi. Pihaknya membutuhkan dukungan dari dinas yang bertugas mengamankan, agar tidak terjadi penumpukkan penumpang. 

“Kerumunan itu wajar, orang mau berangkat. Hanya saja alur-alurnya akan kita perbaiki. Misalnya antrean validasi seperti apa, tidak berbaur, ada back up juga dari petugas pengamanan,” singkatnya. (mrs/uno)