TARAKAN – Pemerintah Pusat akan memulai suntikan ketiga atau booster vaksin Covid-19, untuk masyarakat pada 12 Januari nanti. Namun, untuk pelaksanaannya di Kota Tarakan, masih menunggu arahan di Pemerintah Pusat. 

Menurut Wali Kota yang juga Ketua Tim Gugus Tugas (Satgas) Percepatan dan Penanganan Covid-19 Tarakan Khairul, tinggal menunggu perintah dari Pemerintah Pusat beserta dukungan logistik. 

“Kami sih kalau ada perintahnya dijalankan. Tentu perintah itu dijalankan kalau ada juga logistiknya,” ujar Khairul, Jumat lalu (7/1).

Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini mencontohkan seperti pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun telah dijalankan Pemkot Tarakan. Hasilnya, belum sampai sebulan sejak dimulai pada 19 Desember, cakupan vaksinasi sudah di atas 60 persen. Dari target 25 ribu anak, atau mencapai 16 ribuan anak yang sudah divaksin.

Pemkot Tarakan sedang mengejar capaian vaksin dosis 1 dan dosis 2. Khairul bersyukur capaian vaksinasi dosis 1 sudah mencapai 90 persen. “Dosis 1 sudah di atas 90. Memang yang dosis keduanya itu masih 67 persen, itu juga sedang kita kejar di atas 70 persen,” tuturnya.

Khairul juga belum mendapatkan informasi lebih lanjut sistem pemberian vaksin booster, termasuk kemungkinan berbayar. 

“Kami belum tahu, ini kan sifatnya menunggu perintah. Karena semuanya itu dari pusat, baik itu vaksin maupun kebijakan-kebijakan mengenai penanganan pandemi. Di daerah hanya improvisasi pelaksanaan implementasi,” tuturnya. (mrs/uno)