TANJUNG SELOR – Para pedagang yang menempati lapak di Pasar Induk Tanjung Selor, belum sepenuhnya ditata. Seperti untuk penjual daging ayam, ikan dan sejenisnya. Masih ada lapak pedagang yang bercampur dengan penjual sembako dan sayur-sayuran. 

Hal ini pun menjadi tugas dan tanggung jawab Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bulungan Muhammad Zakaria. Dia mengakui, dalam penataan pasar tersebut akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan jajarannya. 

“Kita akan penataan penjualnya terlebih dahulu, disesuaikan pada peruntukkan. Jadi, los ikan dikhususkan penjual ikan. Sementara, untuk los sayur, dikhususkan bagi pedagang sayur, biar tempatnya terlihat tertata dan rapi,” terangnya, belum lama ini. 

Dalam penataan pasar itu, menurut Zakaria, akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP dan PT pasar. Termasuk parkir kendaraan motor dan mobil. Mengingat, selama ini terkesan orang masuk dipungut retribusi tanpa ditata parkirannya. 

Terkait dengan kepemilikan los atau lapak berjualan satu pedagang mencapai satu atau tiga lapak. Ini berpotensi dilakukan transaksi jual beli lapak pasar. “Insya Allah tidak akan berlaku lagi bagi pedagang pasar. Ketika hendak memiliki lapak itu ada surat pernyataan yang mengikat dan tidak boleh diingkari,” tegas Zakaria. 

Dalam surat pernyataan tersebut, ada perjanjian hitam di atas putih. Apabila dilakukan jual beli, memindah tangankan atau mengubah maka akan dituntut secara hukum. (*/mts/uno)