TARAKAN – Sukes mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tahun 2021, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menaikkan target pada tahun ini mencapai Rp 164 miliar. 

“Tahun 2022 ini 164 miliar kalau tidak salah, naik kira-kira sekitar 50 miliaran dari tahun sebelumnya,” ujar Wali Kota Tarakan Khairul, Jumat (7/1). 

Untuk mencapai target tersebut, mantan Kepala Dinas Kesehatan Tarakan ini akan mengintensifkan potensi pendapatan yang sudah ada. Seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang masih banyak masyarakat belum melunasinya. Informasi yang diperolehnya, utang PBB mencapai Rp 40 miliar. 

Pemkot Tarakan sebenarnya telah membijakinya tahun lalu. Dengan memberikan keringanan hanya membayar iuran pokok. Namun diakui Khairul belum selesai juga. 

“Ya kita imbau kepada masyarakat untuk membayar kewajibannya. Karena itu juga untuk pembangunan daerah,” imbaunya. 

Selain itu, retribusi parkir juga diharapkan bisa menyumbang PAD. Menurut Khairul, sebenarnya pengalihan retribusi parkir tepi jalan ke Perumda Tarakan Aneka Usaha belum disertai target yang tinggi. Namun, setidaknya dapat mengurangi beban Pemkot Tarakan.  

Karena tahun lalu, Pemkot Tarakan harus mengeluarkan anggaran untuk membayar gaji juru parkir (Jukir). Akan tetapi, setoran yang diterima tidak sesuai harapan. Bahkan Pemkot Tarakan tidak mendapatkan keuntungan dari pengelolaannya. 

Selain masih mengandalkan pada potensi PAD yang sudah ada. Pemkot Tarakan juga berharap pada sumber-sumber baru. Seperti kawasan wisata Pantai Amal yang sudah rampung pengerjaannya tahap satu dan akan dibuka untuk masyarakat.

“Pantai Amal, itu kan belum masuk. Pasti, ada kontribusi dan keluar uangnya. Tapi mudah-mudahan ada berkontribusi,” tuturnya.

Target PAD Pemkot Tarakan tahun lalu, menurut Khairul, tercapai. Paling banyak disumbang dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Seperti Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PBB.

Meski demikian ada juga yang belum mencapai target. Seperti dari retribusi parkir. Meskipun capaiannya 90 persen dari target sekira Rp 2 miliar. Namun dinilai tidak terlalu menggembirakan, target tersebut sebenarnya sudah rendah. 

Khairul menilai, dengan kondisi saat ini, harapan Pemkot Tarakan untuk mencapai kemandirian fiskal sangat tergantung pada PAD. 

“Kalau kami lihat, sebenarnya sumber PAD ini masih cukup besar. Termasuk seperti aset-aset kita yang masih banyak, itu kan juga enggak membebani masyarakat,” tuturnya. (mrs/uno)