TARAKAN – PT Pelni turut mendukung program Pemerintah Pusat, mencegah penyebaran Covid-19 dengan memberlakukan syarat perjalanan bagi penumpang. 

Seiring hadirnya aplikasi PeduliLindungi, pembelian tiket Pelni saat ini telah terafiliasi dengan aplikasi tersebut. Untuk mengecek, penumpang telah memenuhi syarat perjalanan atau belum.

“Dari sisi dokumen perjalanan kami memfilter lewat sistem penjualan tiket itu terafiliasi dengan PeduliLindungi. Ketika pemerintah menerapkan harus dua kali vaksin dan antigen 1x24 jam. Maka di sistem kami ketika data penumpang masuk langsung muncul bahwasanya orang ini sudah vaksin dua kali atau belum. Ketika mereka belum vaksin, otomatis kami tidak bisa mencetakkan tiketnya,” beber Kepala Kantor Pelni Cabang Tarakan Asmar Joni, Selasa (4/1).

Selain melalui PeduliLindungi, pihaknya memfilter lagi pada saat boarding. Di mana setelah divalidasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk syarat antigen. Pihaknya akan mengecek lagi, penumpang sudah dua kali vaksin antigen masih berlaku dan tidak palsu.  

“Ketika antigennya bermasalah atau vaksin bermasalah, otomatis mereka juga tidak bisa diboardingkan dan tidak diberangkatkan,” tuturnya. 

Bekerjasama dengan salah satu klinik di Tarakan, pihaknya telah menyiapkan pelayanan tes swab antigen di Kantor PT Pelni Cabang Tarakan. Masyarakat terlebih dulu melakukan swab antigen baru membeli tiket. 

Sementara itu, Asmar mengakui terjadi penurunan jumlah penumpang pada momentum Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. “Di tahun 2021-2022 ini penumpang kami memang mengalami penurunan, tidak stagnan. Karena dari dua keberangkatan kapal terakhir itu yang biasanya di rata-rata 600 penumpang sampai 750. Hanya sekitar 300 sampai 400,” ungkapnya. 

Asmar memperkirakan penyebab menurunnya jumlah penumpang, karena pengetatan yang dilakukan pemerintah terkait dokumen perjalanan. Ia menilai masyarakat mulai sadar, dengan adanya dokumen perjalanan diperketat, tidak berantusias untuk bepergian. 

Diakuinya, meningkatnya jumlah penumpang justru sebelum pengetatan aturan dokumen perjalanan. KM Bukit Siguntang yang berangkat sebelum 24 Desember bisa mencapai 900 penumpang. 

“Setelah di dalam masa-masa pengetatan itu memang penumpangnya turun cukup signifikan. Pelni itu membatasi kapasitas untuk perjalanan selama 24 Desember-2 Januari, 75 persen dari kapasitas seat tersedia,” tutupnya. (mrs/uno)