TANJUNG SELOR – Banjir masih merendam 6 kecamatan di Kabupaten Nunukan, sebagian berangsur surut. Namun, masih ada kecamatan yang ketinggian air malah naik. Seperti di Kecamatan Sembakung. 

Hal itupun diakui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kaltara Andi Amriampa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Di Kecamatan Sembakung, air terpantau naik. Pada siang hari pukul 12.41 Wita di Sembakung mencapai 4,68 meter.

“Air masih terpantau naik di Sembakung. Kalau Kecamatan Lumbis, kelihatannya sementara aman, di wilayah Malaysia juga sudah cerah. Namun air sekarang bergeser ke Sembakung. Mudahan air laut juga surut,” harpanya, Kamis (6/1). 

Berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ada pos pengungsian. Masyarakat tetap di rumah atau mengungsi di rumah keluarganya di dataran tinggi. Apalagi, banjir yag terjadi memang sudah biasa. Sehingga masyarakat terkadang enggan meninggalkan rumah. 

“Tim dari BPBD Kaltara sudah berada di Sembakung dan akan berkoordinasi dengan aparat setempat, untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Di Kecamatan Sembakung terdapat 10 desa. Jumlah kepala keluarga (KK) terbanyak yang terdampak berada di Desa Atap. Dengan 816 KK, jumlah jiwa sebanyak 2.821. Kemudian paling sedikit terdampak di Desa Tujung dengan jumlah 10 KK.

“10 desa ini, hanya 6 desa yang terdampak. Sedangkan 4 desa lainnya tidak terdampak. Kita akan melakukan penanganan dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait di Nunukan,” tuturnya. (fai/uno)

  

Desa yang Terdampak Banjir di Kecamatan Sembakung

 1. Desa Tagul : 14 Rumah

 2. Desa Atap : 127 Rumah

 3. Desa Manuk Bungkul : 7 Rumah

 4. Desa Tujung : 8 Rumah

 5. Desa Pagar : 24 Rumah

 6. Desa Labuk : 15 Rumah