TARAKAN – Seluruh sekolah saat ini menggenjot pemberian vaksin bagi siswanya. Sebagai upaya mempercepat proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Salah satunya di SDN Utama 1 Tarakan. 

Dalam pelaksanaan vaksinasi bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Puskesmas setempat maupun Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kaltara, melalui klinik Polres Tarakan. Kepala SDN Utama 1 Tarakan Aripin Rahmad Said menyebut, dari jumlah keseluruhan siswa usia 6-11 tahun, sudah sekitar 80 persen mendapat vaksin. Sementara untuk usia 12 tahun ke atas sudah hampir 100 persen dan mendapatkan vaksin sejak beberapa bulan lalu. 

Satuan pendidikan akan mendata kembali, siapa orang tua siswa yang belum merespon pelaksanaan vaksinasi. Jika terlewatkan, akan didata dan dipanggil untuk diarahkan mendapatkan vaksin di Klinik Polres Tarakan. “Kami sudah lakukan PTM terbatas, per sesi. Misalnya hari ini satu sesi, nanti besoknya online dan memberikan tugas di rumah. Gantian lagi sesi selanjutnya dengan satu sesi 14 siswa yang hadir dan sisanya belajar online di rumah,” terangnya, Rabu (5/1).

Bahkan pemberian vaksinasi tersebut tidak hanya dari siswa SDN Utama 1 Tarakan saja. “Kami ajak siswa dari sekolah lain juga. Pertama kali ini dilaksanakan di sekolah kami. Sebelumnya gabung dengan sekolah lain, dari binaan Puskesmas Karang Rejo,” jelasnya.

Sepanjang vaksinasi hingga saat ini belum ada ditemukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). “Tidak ada penyakit yang homorbid. Kan untuk mempercepat PTM. Jadi kami harapkan bisa sampai 100 persen mendapatkan vaksin,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira mengatakan, Vaksinasi Merdeka Anak pertama ini bekerjasama dengan SDN Utama 1 Tarakan. Pihaknya menindaklanjuti instruksi dari Kapolri, untuk membantu percepatan vaksinasi kepada masyarakat umum dan anak usia 6-11 tahun. “Kami targetkan 100 dosis per hari ini (kemarin, Red). Kalau untuk ketersediaan vaksin saya kira cukup, jenis Sinovac untuk anak sesuai yang dikirimkan dari Mabes Polri,” ungkapnya. 

Proses vaksinasi pertama kali ini dilakukan Polri dan serentak di seluruh Indonesia. Ia memastikan pemberian vaksin secara bertahap, berkoordinasi dengan Dinkes dan Dinas Pendidikan. Untuk menentukan target maupun lokasi pelaksanaan vaksinasi anak.(sas/uno)