TARAKAN - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan membantah adanya dugaan pungutan liar (pungli) bagi warga binaan. Informasi tersebut diduga didapat dari salah seorang keluarga warga binaan. 

“Jadi ada kami dapat informasi. Di blok wanita itu keluarga kami dimintai uang. Dengan alasan, pihak Lapas mau memperbaiki blok. Total yang dibutuhkan sekitar Rp 5 juta. Di blok itu ada 6 orang. Jari sekitar Rp 800 ribu dimintai satu orang,” ungkap pria yang enggan disebutkan namanya, Rabu (5/1).

Ia mengeluhkan, adanya pungli tersebut. Sebab yang bertanggung jawab terkait renovasi bangunan blok tahanan merupakan pihak Lapas atau Kementerian Hukum dan HAM. “Ini bisa dikatakan pungli. Seharusnya narapidana itu dilakukan pembinaan. Bukan dimintai uang soal renovasi bangunan” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Arimin mengakui, memang ada beberapa blok tahanan yang akan dilakukan renovasi. Termasuk blok warga binaan wanita.

Namun ia menegaskan, terkait permintaan uang kepada warga binaan itu tidak ada. Sebab, anggaran renovasi bangunan blok tahanan masih diusulkan. “Jadi kalau ada oknum yang mengatasnamakan Lapas meminta uang, itu tidak benar. Kalaupun keluarga masih ragu, bisa menemui saya di kantor. Untuk konfirmasi lebih lanjut. Supaya tidak menjadi berita yang tidak benar,” tegasnya. 

Ia juga sudah memerintahkan petugas Lapas, untuk tidak melakukan pungli. Jika nantinya ditemukan, ia siap melakukan penindakan sesuai ketentuan. “Kami tidak mentolerir itu dan melakukan penindakan sesuai dengan aturan,” ungkapnya.

Pihaknya meyakinkan akan siap menemani keluarga warga binaan terkait keluhan tersebut. Pengerjaan renovasi Lapas saat ini sudah berjalan. Renovasi merupakan kebutuhan mendesak. Mengingat blok tahanan yang masih over kapasitas. Menurutnya, ada blok santri yang masih layak dihuni warga binaan dan tidak dilakukan renovasi. 

“Memang semua blok akan kami renovasi. Kami melihat lagi dana yang disiapkan oleh pemerintah. Renovasi bukan memperluas. Tapi kami sediakan tempat tidur yang lebih layak lagi dan tidak berdesakan tidurnya,” tutupnya. (sas/uno)