NUNUKAN – Pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6 – 11 tahun di Nunukan, dibuka Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid yang juga selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan, Selasa (4/1).

Vaksinasi perdana tersebut terlaksana di SDN 005 Nunukan. Lokasi sekolah yang berada di pusat kota dan mudah dijangkau, menjadi pertimbangan pemilihan dalam pemberian vaksin. Bahkan, dalam suntikan perdana vaksin diberikan kepada buah hati Bupati Nunukan. Yakni, Andi Azizah Adeeva Akbar kelas 2 A, Andi Ahmad Almoza Akbar kelas 4 D, dan Andi Kaulika Beby Azzahrah kelas 6 C. 

“Dengan menjadikan anak-anak saya sebagai anak pertama yang divaksin. Saya ingin menegaskan vaksin Covid-19, aman bagi anak-anak,” ujar Laura.

Kebijakan ini juga menunjukkan komitmen Bupati Nunukan, agar wilayah perbatasan RI–Malaysia ini segera mencapai herd immunity. Banyaknya hoaks berseliweran di media sosial terkait vaksin anak, menjadi momok menakutkan. Hal itupun berakibat tidak sedikit masyarakat takut dan menolak vaksin.

“Vaksinasi anak sudah melalui riset dan kajian ilmiah para ahli, sehingga aman untuk dilakukan. Para orang tua bisa membantu tenaga kesehatan melawan Covid-19,” harap Laura.

Pencanangan vaksinasi bagi anak usia SD ini, dilakukan setelah Nunukan menyelesaikan misi capaian 70 persen vaksin dosis 1. Data capaian vaksin Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan sekitar 78,47 persen atau 114.578 orang. Jumlah itu dari 146.000 sasaran. 

Data ini masih dirilis secara manual. Kendala signal wilayah 3T, menjadikan penginputan data lebih lambat. Sehingga barometer sementara masih dilakukan offline. Dinkes menargetkan sekitar 24.000 anak untuk vaksin Sinovac. Terdiri dari 23.000 anak sekolah negeri dan 1.833 anak sekolah Madrasah.

Kepala Seksi Surveylan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Nunukan, Nurmia mengatakan, saat ini ketersediaan vaksin untuk anak masih kurang.

“Baru tersedia 5.000 vial atau 10.000 dosis. Sementara kita butuh lebih 20.000 dosis. Kita sudah melaporkan jumlah kebutuhan dan masih menunggu pengiriman vaksin dari pusat,” katanya.

Para vaksinator di Nunukan akan terus melakukan akselerasi vaksin bagi anak, dengan target bisa mencapai 100 persen pada Maret 2022. Adapun kondisi sebaran wabah Covid-19 di Nunukan, per 4 Januari 2022 tercatat nihil kasus.

Sementara di Tarakan pun melaksanakan vaksinasi bagi anak. Sasaran vaksinasi pertama sudah ada 14.136 anak. Capaian vaksinasi di Tarakan hingga kemarin (4/1) untuk masyarakat umum sebanyak 187.223 jiwa. Dengan penerima dosis 1 sebanyak 167.557 orang atau 89,55 persen dan dosis kedua 126.285 orang atau 67,49 persen. 

Sedangkan untuk sasaran tenaga kesehatan, yang sudah mendapatkan dosis ketiga atau booster sebanyak 2.401 orang atau 78,01 persen. Dari sasaran sebanyak 3.078 orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tarakan dr Devi Ika Indriarti menjelaskan, pihaknya memaksimalkan vaksinasi untuk dosis pertama anak usia 6-11 tahun. Kemudian dosis kedua untuk remaja usia 12-17 tahun. “Vaksin anak banyak dilakukan di sekolah-sekolah, sama seperti vaksin remaja 12- 17 tahun,” jelasnya, Selasa (4/1).

Dalam pelaksanaan vaksin anak ini, berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mencocokkan data calon penerima vaksin. Pelaksanaan dilakukan di sekolah, agar pengawasan terhadap anak dan remaja bisa dilakukan, termasuk tempat pelaksanaan vaksin yang memadai.

Dalam vaksinasi anak, bekerjasama dengan instansi lain yang juga memiliki tenaga kesehatan (nakes). Diantaranya Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kaltara dan Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas Tarakan.

“Jumlah penerima dosis 1 di Tarakan ini sebanyak 167.557 persen. Di dalamnya termasuk anak usia 6-11 tahun yang sudah mencapai 14.136 anak. Semua anak dosis 1 vaksin Sinovac. Tapi dari sasaran saat ini, Pemerintah Pusat belum ditambahkan sasaran anak,” bebernya. 

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XIII Tarakan juga turut berupaya memaksimalkan pemberian vaksinasi terhadap anak. Agar bisa mempercepat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pelaksanaan vaksinasi sebagai dukungan terhadap program pemerintah. 

“Vaksinasi kami laksanakan di SD Negeri 035. Kami siapkan 350 dosis untuk vaksin Sinovac dari Dinkes Tarakan,” ujar Kepala Diskes Lantamal XIII Tarakan Letkol Laut (K) Mohammad Muktadir.

Ia berharap pelaksanaan PTM bisa lebih cepat. Terutama dengan vaksinasi ini para guru, tenaga didik maupun para siswa juga bisa merasa aman, dalam proses belajar mengajar. Pihaknya sudah melaksanakan vaksinasi anak dalam rangkaian serbuan vaksinasi dan vaksinasi rutin di kantor Diskes Lantamal XIII.

“Kalau untuk serbuan, kami laksanakan di lokasi seperti di Masjid, wilayah pesisir maupun wilayah lain. Yang menjadi sasaran dan sudah terencana dalam sasaran serbuan vaksin. Selama vaksin ada, kami akan melakukan vaksinasi dengan vaksinator dari nakes kami,” tuturnya. 

Di Bulungan, untuk vaksinasi anak memiliki cara unik agar tidak ada rasa takut. Seperti yang dilakukan Penyuluh Kesehatan Masyarakat (PKM) Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas memberikan vaksin menggunakan topeng super hero, yang memang disukai anak-anak. 

Pelaksanaan vaksin anak usia 6-11 tahun di SDN 005 Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur. Dengan total yang diberikan suntik vaksin total 294 anak. Bahkan, ada juga 10 anak dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Adanya program ini untuk membantu tercapainya herd immunity. Termasuk dalam penerapan PTM di Bulungan. (*/lik/*/viq/sas/uno)