TANJUNG SELOR – Realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2021 cukup memuaskan. Pasalnya, sebelum memasuki Desember, realisasi APBD belum mencapai 70 persen. Bahkan sempat di bawah 60 persen, pada triwulan III. 

Akan tetapi, hingga 31 Desember 2021, realisasi APBD berada di angka 89,6 persen. Capaian itu merupakan hasil dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, dalam menggenjot realisasi APBD. “Kita sudah berupaya dan hasilnya sesuai yang diharapkan. Capaian kita cukup memuaskan dan kami harap bisa lebih di tahun ini,” ujar Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto, kemarin (4/1).

Menurutnya, ada lonjakan yang cukup tinggi pada realisasi APBD 2021. Sebelumnya, di awal Desember realisasi hanya mencapai 65 persen. Kemudian melonjak naik di akhir-akhir Desember. “Saya optimis sejak awal, karena biasanya memang di akhir tahun pasti naik,” imbuhnya.

Berdasarkan data yang ada, realisasi sudah maksimal. Apalagi, dibandingkan dengan realisasi keuangan dan fisik semuanya 90 persen. Baik itu realisasi pada belanja modal hingga fisik. Sebenarnya, lanjut dia, yang terjadi di tahun lalu, banyak realisasi fisik yang meningkat di akhir. 

Laporannya pun diterima BKAD Kaltara di akhir tahun. Mengingat, proyek fisik yang selalu seperti itu di tiap tahunnya. “Saya sudah sampaikan, rata-rata tinggal administrasinya saja. Kalau OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait sudah menyerahkan SPM, maka akan kita bayar. Memang prosesnya seperti itu dari tahun ke tahun,” jelasnya.

Berkaitan target 2022 ini, Denny mengaku yang dikejar di atas capaian tahun lalu untuk realisasinya. Tahun ini yang besar masih untuk belanja modal. (fai/uno)