TANJUNG SELOR –Pemerintah Pusat berencana akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite. Namun, penghapusan BBM tersebut pun menuai pro kontra di kalangan masyarakat. 

Ketua DPRD Bulungan Kilat menanggapi, andai penghapusan itu secara serentak mungkin banyak yang bersuara. “Sebenarnya saya secara pribadi, bicara subsidi itu bukan masyarakat kelas bawah yang diuntungkan. Tetapi, ada oknum yang mendapatkan keuntungan lebih dari kebijakan itu,” terang Kilat, kemarin (4/1). 

Politisi Partai Gerindra ini mencontohkan, misalnya di Bulungan setiap kali kedatangan BBM jenis Premium maupun Pertalite, dalam waktu singkat pun cepat habis. Sehingga peruntukkan dari subsidi ini tidak tepat sasaran, sesuai harapan dari pemerintah. 

“Ketika SPBU tidak bisa menjamin ketersediaan BBM ini. Maka, masyarakat kecil beralih ke pedagang bensin botolan,” tuturnya. 

Menurut Kilat, dalam kebijakan yang dibuat menimbulkan pro kontra merupakan hal yang wajar. Namun, Kilat menilai, kebijakan Pemerintah Pusat tersebut hal yang bagus. 

“Kalau saya lihat subsidi ini banyakan diambil keuntungan oleh segelintir orang. Tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat kecil. Jadi sepakat dengan kebijakan itu,” ungkap Kilat. (*/mts/uno)